Previous Next

Kota Tangerang, 08/06/2021. Radio masih menjadi salah satu sarana dan pilihan Bea Cukai Tangerang untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat luas. Bea Cukai Tangerang telah bekerja sama dengan stasiun radio lokal 107,3 FM yaitu PT Suara Tunggal Angkasa Raya (STAR) Radio Tangerang untuk menyebarluaskan informasi khususnya di bidang Kepabeanan dan Cukai. Tepatnya pada hari Selasa, 8 Juni 2021 pukul 09.00 WIB, Bea Cukai Tangerang berkesempatan untuk mengudara melalui siaran secara langsung di STAR Radio 107,3 FM. Lewat siaran tersebut, dibawakan materi terkait ketentuan International Mobile Equity Equipment (IMEI) dan sosialisasi mengenai rokok ilegal.

            Mengudara selama satu jam, ketentuan IMEI menjadi topik pertama yang dibahas. Mengenai regulasi IMEI secara umum, ketentuan dan tata cara pendaftaran IMEI khususnya atas alat telekomunikasi yang dibawa penumpang luar Negeri, serta perhitungan pungutan Bea Masuk dan Pajak dalam Rangka Impor yang dikenakan. Hal ini berlaku sejalan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor SE-12/BC/2020 tentang Tata Cara Pendaftaran International Mobile Equipment Identity (IMEI) atas Perangkat Telekomunikasi Impor yang Dibawa oleh Penumpang atau Awak Sarana Pengangkut yang Telah Keluar dari Kawasan Pabean yang mulai berlaku sejak 18 April 2020.

            Bahwa dalam rangka menekan peredaran alat telekomunikasi ilegal, DJBC turut mendukung program pengendalian IMEI dengan berlakunya peraturan ini. Kini, pendaftaran IMEI atas alat telekomunikasi yang dibawa penumpang luar Negeri dapat dilakukan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai di seluruh Indonesia.

Setelah tuntas membahas IMEI, dilanjutkan dengan sosialisasi terkait rokok ilegal. Dipaparkan mengenai ciri-ciri umum rokok ilegal, bagaimana membedakan rokok yang resmi dan ilegal, serta kerugian yang ditimbulkan atas peredaran rokok ilegal. Tidak lain, ciri-ciri rokok ilegal meliputi rokok yang tidak dilekati pita cukai, rokok yang menggunakan pita cukai tidak sesuai peruntukan, pita cukai bekas, dan/atau pita cukai palsu. Masyarakat perlu mengetahui hanya dengan melihatnya secara kasat mata dan jika menemukan ciri-ciri tersebut diimbau untuk melaporkannya melalui saluran pengaduan Bea Cukai Tangerang untuk ditindaklanjuti.

Siaran radio kali ini tidak hanya diisi oleh pembahasan materi namun juga pemutaran podcast berupa informasi publik mengenai penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Terakhir, melalui siaran radio ini disampaikan kepada masyarakat luas bahwa upaya menekan maraknya peredaran rokok ilegal bukan hanya tugas Bea Cukai semata, namun peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan. Bersama berantas peredaran rokok ilegal dukung Bea Cukai Tangerang makin baik.

Tangerang Selatan, 31/04/2021. Masih dalam balutan suasana Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Bea Cukai Tangerang menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin serta selamat merayakan sukacita Hari Raya bersama keluarga dan sanak saudara. Semoga keberkahan bulan Ramadhan yang baru saja berlalu senantiasa melingkupi hari-hari mendatang.           

Sedikit menengok beberapa momentum kebersamaan dan berbagi di bulan Ramadhan yang membekas bagi Bea Cukai Tangerang. Untuk mengisi hari-hari di bulan Ramadhan, Bea Cukai Tangerang melakukan kegiatan Takjil on The Street, Khataman Al-Qur’an, dan juga Bakti Sosial. Selain untuk meningkatkan keimanan para pegawai yang beragama Islam di sela-sela pekerjaannya, kegiatan Ramadhan ini juga sebagai media berbagi dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.

            Pertama, Takjil on The Street. Dengan protokol kesehatan seperti memakai masker dan sarung tangan, pada tanggal 29 April, 5 dan 11 Mei 2021 kami mengadakan pembagian takjil untuk berbuka puasa di depan pintu gerbang Kantor Bea Cukai Tangerang. Takjil dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas. Selain untuk membantu pengguna jalan untuk mendapat takjil, kami juga memperkenalkan Bea Cukai Tangerang kepada masyarakat luas dalam hal ini pengguna jalan di sekitaran Alam Sutera, Tangerang Selatan. Semangat berbagi kepada sesama diharapkan menjadi kebiasaan baik yang terus tertanam meski bulan Ramadhan telah usai.

            Selain kegiatan Takjil on The Street, agenda bulan Ramadhan juga diisi dengan kegiatan Khataman Al-Qur’an. Pada 05 Mei 2021, seluruh pegawai Bea Cukai Tangerang baik melalui aplikasi video conference maupun secara tatap muka melaksanakan kegiatan Khataman Al-Qur’an. Melalui kelompok bimbingan mental keagamaan, ayat-ayat pada 30 Juz Al-Qur’an dibagi merata untuk dibaca bersamaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai spiritual yang ada di Bea Cukai Tangerang. Kegiatan Khataman Al-Qur’an secara tatap muka dilaksanakan terbatas bagi pegawai yang kedapatan bertugas Work from Office di Ruang Aula Lantai 3 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

             Terakhir, kegiatan Bakti Sosial. Rutinitas selama bulan Ramadhan yang tak boleh terlewat dari tahun ke tahun, yaitu Bakti Sosial. Sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, Bea Cukai Tangerang menggelar Bakti Sosial ke Panti Yatim Indonesia (PYI) Graha Raya, Tangerang Selatan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang kekurangan dan turut memberikan kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri.

            Dengan berakhirnya bulan Ramadhan dan diperingatkannya Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah diharapkan dapat menjadikan kita semua insan-insan yang senantiasa bertakwa dan bertambah keimanannya. Hingga dipertemukan kembali pada bulan Ramadhan berikutnya, semoga semangat untuk beribadah dan berbagi kepada sesama dapat senantiasa tertanam dan tumbuh subur untuk mewujudkan insan Bea Cukai yang semakin baik. 

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 31/05/2021. Bea Cukai Tangerang kedatangan tamu istimewa di penghujung bulan Mei 2021 lalu. Askolani, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, bertandang dalam balutan agenda Kunjungan Kerja ke wilayah kerja Kantor Wilayah DJBC Banten termasuk Bea Cukai Tangerang dan beberapa perusahaan di bawah pengawasan kami. Dalam kunjungannya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai turut didampingi Staf Ahli Menteri Keuangan, Oza Olavia, Direktur Fasilitas Kepabeanan, Untung Basuki, dan Direktur Penindakan dan Penyidikan, Bahaduri Wijayanta beserta jajaran DJBC lainnya. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka melihat secara langsung untuk memastikan kondisi aktual, mendengarkan dan memahami kondisi di lapangan, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas kepabeanan dan menumbuhkan kegiatan ekonomi yang ada di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang.

Setibanya di Kantor Wilayah DJBC Banten, Direktur Jenderal Bea dan Cukai beserta rombongan disambut baik oleh Mohammad Aflah Farobi selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten yang juga didampingi Guntur Cahyo Purnomo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang. Agenda kunjungan kerja diawali dengan mengikuti pemaparan profil, capaian kinerja dan program kerja Kantor Wilayah DJBC Banten dan unit vertikal di bawahnya. Dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa perusahaan pengguna fasilitas di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang, diantaranya PT Pratama Abadi Industri (Kawasan Berikat Mandiri), PT Trans Retail Indonesia (Pusat Logistik Berikat), dan PT Argo Pantes (Kawasan Berikat).

Rupanya Direktur Jenderal Bea dan Cukai ingin sekali melihat langsung bagaimana proses bisnis perusahaan pengguna fasilitas kepabeanan menjalankan kegiatannya. Seberapa besar pengaruh fasilitas kepabeanan yang digelontorkan pemerintah melalui DJBC berperan menggerakkan roda perekonomian. Setelah puas berkeliling, Direktur Jenderal Bea dan Cukai beserta rombongan menyempatkan untuk singgah di Kantor Bea Cukai Tangerang sebelum harus kembali ke Kantor Pusat DJBC. Acara sederhana namun hangat yang diberi tajuk Ngariung Sareng Direktur Jenderal Bea dan Cukai diisi dengan ramah tamah antar pejabat dan pegawai tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pesan yang ditinggalkan Askolani, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, untuk Bea Cukai Tangerang tak lain merupakan apresiasi dan pengingat untuk selalu melakukan tugas dengan optimal, yang terbaik, dan integritas tinggi. Juga secara tidak langsung, perusahaan pengguna fasilitas yang dikunjungi menyampaikan kepuasannya atas kunjungan kerja yang dipimpin Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Diharapkan kegiatan kunjungan kerja ini dapat menjadi semangat dan dorongan untuk terus memberikan pengawasan serta pelayanan terbaik untuk mewujudkan Bea Cukai makin baik.

Previous Next

Tangerang Selatan, 02/06/2021. Bea Cukai Tangerang turut menyambut kunjungan kerja Atase Kastam Kedutaan Besar Malaysia Jakarta di Kantor Wilayah DJBC Banten. Guntur Cahyo Purnomo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang mendampingi Mohammad Aflah Farobi selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten dalam kunjungan kerja Atase Kastam Kedutaan Besar Malaysia Jakarta, Mohd Syukri bin Ahmad. Tepatnya, kunjungan kerja berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Wilayah DJBC Banten.

            Kunjungan kerja Atase Kastam Kedutaan Besar Malaysia Jakarta digelar dalam rangka networking visit yang bertujuan untuk mempererat kerjasama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM). Dipaparkan mengenai tugas dan fungsi pengawasan serta pelayanan yang terbentang di wilayah pengawasan Kantor Wilayah DJBC Banten, statistik kegiatan ekspor dan impor, serta prospek kerjasama dan rancangan sinergi mendatang. Hal-hal yang menjadi kemiripan antara Indonesia dan Malaysia menjadi gagasan diskusi untuk meningkatkan strategi pengawasan di bidang kepabeanan.

            Selain itu, didiskusikan pula mengenai dampak pandemi Covid-19 yang menghantam industri-industri dalam Negeri, khususnya yang terjadi di wiayah pengawasan Bea Cukai Tangerang. Langkah-langah pemerintah yang menjadi solusi bangkitnya industri-industri dalam Negeri di tengah pandemi pun dijabarkan dan mendapat masukan baik. Atase Kastam Kedutaan Besar Malaysia Jakarta, Mohd Syukri bin Ahmad memberikan kesan baik serta menyampaikan apresiasi atas sambutan yang begitu hangat kepadanya di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Banten.

            Kunjungan kerja dalam rangka networking visit ini kiranya menjadi wadah untuk saling bertukar informasi, menjalin sinergi, dan berkolaborasi untuk saling memajukan instansi kepabeanan di setiap Negara. Diharapkan pula dengan berakhirnya kunjungan kerja ini dapat memacu diri dan instansi untuk menjadi semakin baik dan mewujudkan misi menjadi Bea Cukai yang terkemuka di dunia.

Previous Next

Tangerang, 07/05/2021. Bersama Direktorat Teknis Kepabeanan Kantor Pusat DJBC dan Kantor Wilayah DJBC Banten, Bea Cukai Tangerang turut melakukan peninjauan terhadap PT Panata Jaya Mandiri. Peninjauan dilatarbelakangi oleh sertifikasi AEO (Authorized Economic Operator) yang diajukan oleh PT Panata Jaya Mandiri. Sebagai Client Manager, Bea Cukai Tangerang bertugas untuk melakukan validasi lapangan serta persyaratan administrasi terhadap PT Panata Jaya Mandiri.

            Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-04/BC/2015, AEO adalah Operator Ekonomi yang mendapat pengakuan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sehingga mendapatkan perlakuan kepabeanan tertentu meliputi perlakuan prosedural, administrasi, fiskal dan pelayanan kepabeanan lain. Kegiatan peninjauan yang dilakukan terhadap PT Panata Jaya Mandiri termasuk ke dalam tahapan sertifikasi AEO. Syarat dan kondisi lainnya dalam pengajuan sertifikasi AEO mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 227/PMK.04/2014 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-04/BC/2015.

            Di Tangerang Raya, sudah terdapat beberapa perusahaan yang memiliki sertifikat AEO. Diantaranya perusahaan dengan fasilitas kepabeanan seperti Kawasan Berikat juga perusahaan tanpa fasilitas kepabeanan. Banyaknya keuntungan yang didapatkan menjadi pemacu bagi perusahaan untuk berlomba-lomba mengajukan sertifikasi AEO.

            Adapun sasaran program sertifikasi AEO di Indonesia, antara lain secure and safe supply chain, adanya partisipasi aktif peserta AEO dalam pengamanan rantai perdagangan, praktik bisnis yang efisien bagi peserta AEO, simplifikasi prosedur kepabeanan, serta pemenuhan dan pengakuan standar internasional. Hal tersebut yang kemudian membuat para pengusaha yang bergerak dalam rantai perdagangan begitu tergiur dengan program tersebut.

            Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus menjalankan misinya memfasilitasi perdagangan dan industri, salah satunya dengan program sertifikasi AEO untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional yang optimal.

           

Page 1 of 52

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

814850
Hari IniHari Ini548
KemarinKemarin790
Minggu IniMinggu Ini4884
Bulan IniBulan Ini25675
SemuaSemua814850
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230