Previous Next

Tangerang Selatan, 25/06/2020. Menjalani kehidupan di era normal baru, Bea Cukai Tangerang (BeTa) dengan cepat beradaptasi dengan sejumlah kebiasaan baru. Pertemuan yang sejatinya digelar secara langsung dan tatap muka, kini beralih secara virtual menggunakan aplikasi video teleconference. Hal ini tentu bukan lagi hal yang asing dilakoni di tengah pandemi ini. Tepatnya pada hari Kamis, 25 Juni 2020, bertempat di kediaman masing-masing, BeTa menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Pegawai (PKP) untuk para pejabat dan pegawainya. Dengan mengusung tema Desain Pita Cukai 2020 dan Identifikasi Keaslian Pita Cukai, kegiatan PKP berlangsung dengan menarik.

            Tema yang segar dibawakan dalam kegiatan PKP. Di tengah hiruk pikuk berita merebaknya pandemi Covid-19, materi dan pembahasan mengenai Pita Cukai cukup membuat pemikiran menjadi segar kembali dengan hal yang berbeda. Kegiatan PKP dibuka oleh Guntur Cahyo Purnomo selaku kepala Kantor BeTa. “Sudah sepatutnya kita semua sensitif akan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di sekitar kita. Mari bersama bantu dan dukung unit pengawasan dengan melaporkannya jika menemukan indikasi-indikasi BKC ilegal” seru Guntur.

            Materi dan pembahasan mengenai Desain Pita Cukai 2020 dan Identifikasi Keaslian Pita Cukai dipaparkan oleh Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2), yaitu Agus Setiawan selaku Kepala Subseksi Penindakan dan Sarana Operasi dan Ahmad Abdul Kholiq selaku Pelaksana pada Seksi P2. Disampaikan mengenai spesifikasi Pita Cukai 2020 yang mengusung tema 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan karakteristik warna, desain hologram, dan ketentuan lainnya untuk masing-masing BKC. Tak lupa, contoh-contoh BKC ilegal yang kerap ditemukan di masyarakat turut dipaparkan. Dan yang tak kalah penting, yaitu tata cara identifikasi keaslian Pita Cukai pada tahap awal hingga tahap lanjutan.

            Antusiasme para pejabat dan pegawai menghiasi sepanjang pertemuan virtual dalam kegiatan PKP ini. Pertanyaan ringan hingga pertanyaan yang sangat teknis turut dilontarkan. Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan PKP ini, seluruh pejabat dan pegawai BeTa memiliki pemahaman dan kesadaran atas tugas dan fungsi pengawasan, tugas menumpaskan peredaran BKC ilegal, dan misi untuk mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik. Bersama stop peredaran BKC ilegal!

Previous Next

Tangerang Selatan, 18/06/2020. Pandemi tak sedikitpun menyurutkan semangat silaturahmi Bea Cukai Tangerang (BeTa) terlebih setelah peringatan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Menyikapi pentingnya komunikasi di antara penyelenggara pelayanan dengan pengguna layanan, BeTa menggelar Halalbihalal pada hari Kamis, 18 Juni 2020 juga untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Bersama para pejabat dan pegawai DJBC, Halalbihalal diikuti pula oleh seluruh pengguna jasa di wilayah pegawasan BeTa, baik pengguna fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB), reksan cukai, maupun penguna fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) serta pengguna fasilitas Pembebasan Cukai Etil Alkohol. Meskipun tak dapat digelar secara tatap muka, media aplikasi pertemuan virtual dapat menjadi alternatif sarana komunikasi di tengah pandemi.

            Halalbihalal kali ini menjadi yang pertama bagi BeTa yang dilakukan secara virtual. Hal tersebut tentu tak mengurangi khidmatnya suasana saling memaafkan pada peringatan Hari Raya Idul Fitri 1441 H ini. Penyelengaraan Halalbihalal didukung juga oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Anshor Kantor BeTa dan Bank Syariah Mandiri. Tak hanya itu, turut hadir Ust. Salim A. Fillah untuk memberikan ceramah dengan tema Meneguhkan Ketaatan di Tengah Pandemi Covid-19.

Halalbihalal dibuka oleh Herkan Syachrudi selaku Ketua DKM Al-Anshor. “Meskipun dilakukan secara virtual, semoga tidak mengurangi nilai Halalbihalal dan tetap terlaksana dengan khusyuk serta memberikan pelajaran dan meneguhkan ketaatan kita kepada Allah SWT” ujar Herkan. Kepala Kantor BeTa, Guntur Cahyo Purnomo, juga mengingatkan dalam sambutannya akan pentingnya peningkatan silaturahmi sehingga komunikasi formal maupun informal dapat terjaga. Dengan begitu, permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan dan hubungan yang terjalin menjadi semakin baik serta saling mendukung.

            Kemeriahan Halalbihalal pun semakin bertambah dengan adanya persembahan lantunan lagu-lagu religi dari Nasyid Tangerang (Nastar), pantun challenge dengan tema yang senada, dan ceramah yang sangat edukatif dari Ust. Salim A. Fillah. Kaidah-kaidah beribadah khususnya di masa pandemi dibahas tuntas secara menarik. Tak hanya sebagai ajang silaturahmi, diskusi ringan digelar sebagai media evaluasi atas pelaksanaan kegiatan dan juga relaksasi pelayanan yang diberikan selama masa pandemi.

            Diharapkan dengan terselenggaranya pertemuan virtual melalui Halalbihalal ini, silaturahmi dapat terus terjaga dan komunikasi berjalan semakin baik. Upaya pendekatan jiwa maupun raga untuk memperbaiki kualitas pelayanan serta pengawasan kepada pengguna jasa terus dilakukan guna mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik.

 

 

Previous Next

Memasuki era normal baru, pengawasan terhadap peredaran Barang Kena Cukai (BKC), salah satunya Hasil Tembakau perlu diketatkan. Sejumlah upaya dikerahkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mengawasi peredarannya, termasuk Bea Cukai Tangerang (BeTa). Tepatnya di hari Selasa, 9 Juni 2020 Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) BeTa menggelar kegiatan Pemantauan Perkembangan Harga Transaksi Pasar Produk Hasil Tembakau ke sejumlah lokasi di sebaran wilayah pengawasannya, yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

            Kegiatan pemantauan dilakukan guna meningkatkan efektivitas pengawasan peredaran BKC Hasil Tembakau di wilayah Tangerang Raya. Dengan berbekal protokol kesehatan yang cukup, Tim P2 BeTa bergerak ke beberapa titik, salah satunya wilayah Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan pemantauan meliputi pengecekan terhadap harga transaksi Hasil Tembakau, produk-produk Hasil Tembakau yang dijual, dan kesesuaian pita cukai. Tak hanya memantau, kampanye stop rokok ilegal pun digencarkan dengan sosialisasi singkat serta penempelan stiker. Kampanye ini digaungkan sebagai sarana edukasi tentang bahayanya rokok ilegal dan kerugian Negara yang disebabkan oleh maraknya peredaran rokok ilegal tersebut.

            Peran serta masyarakat tentu menjadi faktor pendukung keberhasilan Bea Cukai dalam menumpaskan peredaran rokok ilegal. Sebagaimana diketahui, bahwa ciri-ciri rokok ilegal yaitu rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai berbeda, rokok dengan pita cukai bekas, serta rokok yang tidak dilekati pita cukai. Tak hanya bentuk fisiknya, dari segi harga pun rokok ilegal menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan rokok legal yang beredar di pasaran. Hal ini tentu mengkhawatirkan, ditambah dengan penamaan merk rokok ilegal yang dibuat menyerupai merk rokok-rokok legal ternama.

            Sebagai masyarakat yang bijak dan taat, mari dukung Bea Cukai menjalankan misi melindungi dari peredaran barang-barang ilegal dan mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik. Jika mendapati ciri rokok ilegal, segera laporkan ke Kantor Bea Cukai terdekat atau sampaikan melalui Bravo Bea Cukai 1500 225. Bersama lindungi sesama, stop rokok ilegal!

                                                                                    

Wisnu Nuryanto

 

 

Tangerang Selatan (15/06/2020) – Masih berada di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Bea Cukai Tangerang (BeTa) turut memberikan kontribusi nyata dalam penanggulangan penyebaran wabah tersebut. Bersamaan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.04/2020 yang mengatur secara khusus mengenai fasilitas dan kemudahan berupa insentif bagi pengguna fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dalam penanganan dampak wabah Covid-19 serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan atas Impor Barang untuk Keperluan Penanganan Pandemi Covid-19, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggelontorkan sejumlah fasilitas dan kemudahan kepada publik. Fasilitas dan kemudahan yang diberikan tidak hanya diperuntukan bagi instansi pemerintah, pihak-pihak tertentu, maupun perseorangan. Perusahaan pengguna fasilitas kepabeanan pun tak luput dari perhatian pemerintah.

Di wilayah pengawasan BeTa yang mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, terdapat lebih dari seratus perusahaan pengguna fasilitas kepabeanan. Perusahaan tersebut didominasi oleh pengguna fasilitas Kawasan Berikat dan diikuti oleh pengguna fasilitas KITE serta Pengguna Fasilitas Pembebasan Cukai Etil Alkohol dalam rangka produksi Hand Sanitizer. Dengan jumlah tersebut peluang terhadap penanganan wabah Covid-19 tentu dapat didorong dengan memanfaatkan fasilitas dan juga kemudahan yang disediakan, sehingga dapat membantu pemerintah dalam penanggulangan penyebaran dan percepatan penanganan wabah tersebut.

Sampai berita ini dimuat, BeTa telah menerima pengajuan sebanyak 9 perizinan atas kemudahan bagi Kawasan Berikat, baik berupa penambahan hasil produksi sementara maupun impor barang jadi dalam rangka penanganan Covid-19. Izin tersebut diberlakukan untuk menunjang ketersediaan barang yang digunakan dalam rangka penanganan wabah Covid-19 seperti masker, alat pelindung diri (APD), dan lain-lain. Adapun izin yang diberikan berlaku pada masa darurat Covid-19 sampai dengan 29 Mei 2020 dan/atau 30 Juni 2020. Kemudian diterbitkan 11 perizinan lainnya dari 8 permohonan mengenai fasilitas pembebasan Bea Masuk dan Pajak dalam Rangka Impor (PDRI) sesuai skema Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2020. Sedangkan 3 lainnya diteruskan kepada Kantor Bea Cukai Pengawas yang menangani kegiatan Impor di lokasi pemasukan/pengeluaran barang.

Izin yang diberikan kepada masing-masing perusahaan pengguna fasilitas tentu memiliki perbedaan kapasitas produksi. Hingga kini, banyak hasil produksi sementara Kawasan Berikat berupa barang keperluan penanganan Covid-19 yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Baik ditujukan untuk komersial maupun tujuan sosial, hal tersebut cukup membantu memenuhi ketersediaan dalam Negeri. Terlebih dengan adanya fasilitas pembebasan Bea Masuk dan PDRI atas impor barang keperluan penanganan Covid-19 yang semakin mempermudah jangkauan ketersediaannya.

Tak hanya berperan dalam mengatasi ketersediaan barang keperluan penanganan Covid-19 untuk kepentingan publik, BeTa menilai bahwa perusahaan yang menggunakan fasilitas serta kemudahan yang disediakan DJBC salah satunya sebagai pengganti kegiatan produksinya yang menurun karena terdampak pandemi ini. Selain untuk mempertahankan eksistensi perusahaan, tak sedikit perusahaan yang menggunakan fasilitas serta kemudahan dalam rangka non komersial yaitu untuk membantu pemerintah setempat.

Adanya kelonggaran yang diberikan, tentu tak menyurutkan semangat pengawasan BeTa dalam melakukan inventarisasi terhadap titik-titik rawan penyalahgunaan fasilitas. Pengawasan tetap berjalan dengan pilar-pilar kewaspadaan dalam rangka mengoptimalkan penerimaan Negara di sektor Kepabeanan dan Cukai sebagai misi yang diemban oleh DJBC. Dengan begitu, pengawasan dan pelayanan yang diberikan dapat bergerak secara proporsional dan mewujudkan Bea Cukai yang makin baik.

Previous Next

Beranjak ke kehidupan normal baru di tengah masa pandemi Covid-19, Bea Cukai Tangerang (BeTa) menggelar Dialog Kinerja Organisasi (DKO) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantornya, Guntur Cahyo Purnomo. Tepatnya pada hari Selasa, 9 Juni 2020, Ruang Rapat Lantai 2 Kantor BeTa menjadi saksi bisu pelaksanaan evaluasi kinerja serta penentu kebijakan untuk kinerja yang semakin baik ke depan. Dengan tetap memperhatikan physical distancing, Kepala Kantor beserta para Kepala Seksi berkumpul dengan tetap menjaga jarak aman.

            Mengawali agenda DKO bulan Juni 2020 ini, Guntur membuka bahasan mengenai capaian kinerja di era kehidupan normal baru. Setelah pelaksanaan Work from Home (WFH) yang masih akan berjalan, kini diharapkan juga dapat diterapkan pola kerja Flexible Working Space (FWS) bagi pegawai BeTa. Sisi capaian di bidang pengawasan, pelayanan, serta penerimaan tak luput dibahas sebagai bahan evaluasi dan penentuan kebijakan di masa mendatang.

            Memasuki bulan keenam di tahun 2020, telah tercapai 29,24% dari target penerimaan yang dibebankan kepada BeTa. Dengan kata lain, senilai Rp635.650.540.101,00 dari target Rp2.173.715.035.000,00 telah dikantongi BeTa. Pandemi yang juga melanda sejumlah industri turut menjadi pengaruh bagi penerimaan di sektor kepabeanan dan cukai. Namun, BeTa tetap optimis dan yakin bahwa badai pandemi ini akan segera berlalu. Sedangkan di bulan Mei 2020 lalu, BeTa menorehkan Indeks Efektivitas Komunikasi dan Edukasi dengan nilai mencapai 95,75 dari 100.

            Tak banyak hal yang berubah di era normal baru ini, hanya hal-hal baik yang terus ditingkatkan, semangat dan etos kerja tinggi yang dipertahankan untuk senantiasa mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik. Tak lupa mengindahkan protokol kesehatan yang berlaku untuk tetap menjaga diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.

                                                                                    

Wisnu Nuryanto

 

 

Page 1 of 45

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

540841
Hari IniHari Ini603
KemarinKemarin850
Minggu IniMinggu Ini4039
Bulan IniBulan Ini8611
SemuaSemua540841
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230