Previous Next

Tangerang Selatan, 29/03/2021. Setelah sebelumnya sukses menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.04/2019 tentang Pembebasan Bea Masuk dan Cukai atas Impor Barang untuk Keperluan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan kepada Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), hari Senin, 29 Maret 2021, Bea Cukai Tangerang turut hadir dalam undangan Rapat Rencana Pembentukan Pusat Logistik Berikat (PLB) oleh Puspiptek. Pertemuan yang digelar di Gedung TMC, Kawasan Puspiptek, Serpong, dilatarbelakangi oleh rencana Puspiptek membentuk tempat penimbunan barang penelitian yang diimpor yang sifatnya peka waktu, serta pengeluaran barang impor yang lebih cepat. Pertemuan turut dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Wilayah Bea Cukai Banten, Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok, dan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Rapat dipimpin oleh Sri Setiawati selaku Kepala Puspiptek. Dipaparkan bahwa rencana pembentukan PLB sebagai hub barang impor yang diperuntukkan bagi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan Kemenristek/BRIN. Puspiptek sebagai lembaga pemerintah diharapkan menjadi contoh atas inovasinya dalam membentuk PLB demi kelancaran dan percepatan perpindahan barang impor berupa keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Bea Cukai sebagai ujung tombak pengawasan dan pelayanan kegiatan impor turut mendukung kelancaran prosedur impor salah satunya dengan penggunaan fasilitas kepabeanan seperti Pusat Logistik Berikat. Selain itu, khusus untuk impor barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan tersedia fasilitas pembebasan bea masuk dan cukai sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.04/2019 yang telah disosialisasikan sebelumnya.

Pokok-pokok pembahasan rapat meliputi tingkat urgensi dibentuknya PLB bagi lembaga pemerintah, prosedur teknis dan persyaratan administrasi impor barang keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan melalui PLB, dan penyesuaian dengan peraturan yang berlaku mengenai PLB. Untuk mendapat keputusan lebih lanjut diperlukan adanya kajian yang membahas mengenai standar operasional prosedur Puspiptek serta urgensinya dalam pembentukan PLB. Hingga kini, Bea Cukai Tangerang terus mendampingi Puspiptek dan bersinergi dengan Kantor Bea Cukai lainnya seperti Kantor Wilayah Bea Cukai Banten. Peran Bea Cukai dalam memberikan asistensi mengenai fasilitas kepabeanan akan selalu digaungkan demi mewujudkan Bea Cukai yang makin baik.

Previous Next

Tangerang Selatan, 25/03/2021. Setiap tahunnya, desain Pita Cukai selalu berubah sebagai sistem sekuritas dan pencegahan terhadap maraknya peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal. Perubahan tersebut disambut baik oleh Bea Cukai Tangerang dengan turut menggelar Workshop Identifikasi Pita Cukai Tahun 2021. Bertempat di Ruang Aula Kantor Bea Cukai Tangerang, kegiatan Workshop digelar pada hari Kamis, 25 Maret 2021 dengan menerapkan standar protokol kesehatan. Workshop dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Guntur Cahyo Purnomo dan diikuti oleh pegawai Seksi Penindakan dan Penyidikan serta beberapa pegawai lainnya.

            Workshop Identifikasi Pita Cukai Tahun 2021 meliputi sosialisasi Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-12/BC/2020 tentang Bentuk Fisik, Spesifikasi, dan Desain Pita Cukai Tahun 2021 dan praktik identifikasi keaslian Pita Cukai. Sosialisasi dibawakan oleh Nova Zaenal Abidin selaku pelaksana pemeriksa Seksi Penindakan dan Penyidikan. Dipaparkan secara detail mengenai bentuk fisik, spesifikasi serta desain Pita Cukai tahun 2021 yang bertemakan Biota Laut. Kemudian praktik identifikasi keaslian Pita Cukai dipandu oleh Novian Dermawan selaku Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan.

            Workshop berjalan dengan lancar dan penuh antusias dari para peserta yang merupakan pegawai Bea Cukai Tangerang. Praktik identifikasi keaslian pita cukai dapat dilihat secara kasat mata maupun menggunakan media penolong berupa kaca pembesar, sinar UV, dan metode lainnya. Pengetahuan mengenai desain Pita Cukai yang terbaru dapat menunjang kelancaran dalam pelaksanaan pengawasan Barang Kena Cukai juga mendukung aksi Gempur Rokok Ilegal.

Atas terlaksananya Workshop Identifikasi Pita Cukai Tahun 2021 diharapkan para pegawai mampu membedakan pita cukai yang asli maupun yang palsu untuk menjaga Indonesia dari peredaran barang ilegal khususnya Barang Kena Cukai, juga mengamankan penerimaan Negara yang terkandung dalam pungutan Cukai secara maksimal.

Previous Next

Tangerang Selatan, 03/03/2021. Menggandeng serta para pengajar dari Politeknik Keuangan Negara STAN, Bea Cukai Tangerang sukses menggelar kegiatan penyuluhan yang berbasis kelas terbuka. Kelas terbuka yang dibalut dalam tajuk Customs Bonded Class dilaksanakan secara virtual pada hari Selasa dan Rabu, 2 sampai dengan 3 Maret 2021. Customs Bonded Class merupakan agenda tahunan Bea Cukai Tangerang dalam menghidupkan tusi edukasi mengenai ketentuan kepabeanan. Dalam Customs Bonded Class, para peserta mendapat materi pembahasan serta berdiskusi juga bertanya secara langsung dan mendapat jawaban dari para narasumber yang berkompeten.

            Customs Bonded Class diawali dengan kata pembuka oleh Anton Mawardi selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi. “Berbagai pertanyaan dan permasalahan di lapangan mengenai ketentuan kepabeanan yang berlaku akan dibahas dan kami tampung untuk mendapat penyelesaian terbaik sesuai aturan yang ada” pungkas Anton. Kegiatan ini meliputi sesi pembahasan materi dan sesi diskusi. Materi yang dibahas antara lain ketentuan kepabeanan secara umum serta mengulas peraturan mengenai fasilitas Tempat Penimbunan Berikat khususnya Kawasan Berikat, Gudang Berikat, dan Pusat Logistik Berikat. Peserta kegiatan yang merupakan pengguna fasilitas tersebut sangat antusias dalam mengikuti setiap pembahasan terlebih mengenai fasilitas tambahan sebagai respon atas pandemi Covid-19.

Secara detail Marsanto Adi Nurcahyo dan rekan-rekan pengajar dari Politeknik Keuangan Negara STAN membahas dan memaparkan tata laksana serta poin-poin penting di masing-masing jenis fasilitas Tempat Penimbunan Berikat. Dalam pelaksanaannya yang dibagi menjadi dua hari dirasa efektif untuk mengupas secara tuntas mengenai ketentuan tersebut. Sesi diskusi pun tak luput dari banyaknya pertanyaan mengenai prosedur dan petunjuk pelaksanaan bagi kegiatan pengguna fasilitas Tempat Penimbunan Berikat. Salah satunya Mulyono dari PT Indo RX yang sangat tertarik dengan fasilitas Pusat Logistik Berikat yang sangat membantu kelancaran rantai pasok usahanya yang juga menggunakan fasilitas Kawasan Berikat. Diharapkan kedua fasilitas tersebut dapat semakin berkesinambungan untuk kemudahan kegiatannya.

Terlaksananya kegiatan Customs Bonded Class menjadi kesempatan baik untuk berbagi ilmu dan pengalaman serta wadah yang tepat untuk menyampaikan aspirasi mengenai ketentuan kepabeanan. Hal tersebut juga dapat memacu upaya perbaikan sistem dan prosedur yang kini berlaku untuk semakin baik di kemudian hari. Pengawasan yang akurat, pelayanan prima, serta penyuluhan yang mengedukasi merupakan bentuk sinergitas untuk menjalankan misi fasilitasi dan mewujudkan Bea Cukai yang makin baik.

Previous Next

Tangsel, 12 Maret 2021 – Sebagai upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan menjalankan tugas fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai menyukseskan pelaksanaan ekspor perdana komoditas 1 unit alat berat excavator zx350 PT Global Saranamesin Mandiri (GSM) dari Indonesia ke Negara Kamboja.

 

Keberhasilan PT GSM melakukan ekspor  ini tidak lepas dari usaha terus menerus dan tidak kenal lelah yang dilakukan Kantor Wilayah DJBC Banten dan unit vertikalnya Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Tangerang (KPPBC TMP A Tangerang) dalam melakukan pembinaan. Mulai dari pemberian informasi terkait tatalaksana ekspor, memberikan dukungan moril dan pendampingan untuk pemenuhan persyaratan ekspor, serta pendampingan dalam proses pembuatan dokumen ekspor. 

Selain itu PT GSM juga memanfaatkan Fasilitas Pusat Logisik Berikat (PLB)  yang diberikan oleh Kantor Pusat DJBC melalui dan atas rekomendasi dari KPPBC TMP A Tangerang. Pusat Logistik Berikat (PLB) merupakan gudang multifungsi untuk menimbun barang impor atau lokal dengan fasilitas perpajakan, kepabeanan, serta fleksibilitas operasional lainnya. PLB memiliki manfaat diantaranya berupa penangguhan bea masuk, penangguhan pajak, penagguhan izin impor, kepemilikan barang yang fleksibel, jangka waktu timbun barang yang fleksibel (3 tahun atau lebih), serta asal dan tujuan barang yang fleksibel (impor, lokal, ekspor).

Fasilitas ini adalah inisiatif Ditjen Bea dan Cukai dalam mendorong pertumbuhan industri. Pemberian fasilitas ini juga bagian dari peran aktif Kanwil DJBC Banten dan satuan kerja vertikal dibawahnya (KPPBC TMP A Tangerang dan KPPBC TMP Merak)  Perbaikan tata kelola PLB diharapkan dapat menurunkan biaya logistik yang tinggi, pengembangan existing business model, menurunkan tingkat dwelling time, dan perluasan saluran impor/ekspor industri kecil menengah serta harapan jangka panjangnya dapat memajukan industri di tanah air. Ini sejalan dengan langkah nyata Kanwil DJBC Banten  dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Bea Cukai sangat menolong kami dengan pemberian fasilitas Pusat Logistik Berikat seperti kemudahan pelayanan perizinan, kemudahan pelayanan kegiatan operasional, dan kemudahan kepabeanan dan cukai.

 Disamping itu kami sangat terbantu dengan petugas yang mendampingi dan membantu dalam pembuatan dokumen eskpor,” ujar Direktur Utama PT GSM Yosua Febrian. 

Pada kesempatan terpisah Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten Mohammad Aflah Farobi menyambut baik ekspor yang dilakukan PT GSM “Setiap eksportasi akan sangat membantu meningkatkan perekonomian negara dan daerah asal ekspor, terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19. Bea Cukai akan terus mendorong potensi ekspor daerah bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah” Ungkap Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten, Moh. Aflah Farobi.

Bea Cukai akan mendorong stakeholder untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produknya agar semakin banyak produk-produk yang menembus pasar internasional. Dukungan Bea dan Cukai dengan cara memberikan Fasilitas Pusat Logistik Berikat dan memberikan pendampingan dalam proses pengurusan dokumen ekspor sehingga hal ini diharapkan dapat mendorong dalam peningkatan daya saing sehingga semakin kompetitif di pasar global.

    

Tangerang Selatan, 12 Maret 2021

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai

           

Mohammad Saifuddin

(Cikarang, 2/3) Bea dan Cukai menyelenggarakan pemusnahan bersama dengan Kejaksaan Tinggi Banten atas Barang Milik Negara dan Barang Bukti yang berasal dari penindakan kepabeanan dan cukai di Lapangan Tempat Penimbunan Pabean (TPP) dibawah pengawasan KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok yang berada di Cikarang, Jawa Barat.

Pemusnahan bersama atas barang hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai yang dihasilkan pada tahun 2020 hingga awal 2021 ini, diselenggarakan oleh Kantor Wilayah DJBC Banten bersama dengan Kejaksaan Tinggi Banten, dan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta.

Adapun Barang yang akan dimusnahkan berupa Barang Rampasan Negara yang berasal dari Tindak Pidana Kepabeanan dan Cukai yang telah mendapat keputusan yang berkekuatan hukum tetap (Inkracht) untuk dimusnahkan yang dikelola Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sebanyak 43.727 botol (32.360 Liter) Minuman Mengandung Etil Alkohol eks impor berbagai merk serta 2 (dua) unit handphone milik terdakwa dengan nilai barang mencapai Rp. 19,5 Milyar dan  kerugian negara mencapai Rp. 42,1 Milyar.

       Terdapat juga Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan untuk dimusnahkan hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai periode November 2020 sampai Januari 2021 berupa :

  • 1.168.483 batang rokok;
  • 247 botol Minuman Beralkohol eks. Impor; dan
  • 127 botol liquid vape.

Perkiraan nilai barang tersebut kurang lebih sebesar Rp. 1,44 Milyar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 940 Juta.

Yang akan dimusnahkan juga berupa barang-barang yang merupakan hasil penindakan KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta yang berasal dari barang kiriman dan barang bawaan penumpang.

Disamping kerugian materiil terdapat juga kerugian immaterial berupa dampak kerusakan kesehatan masyarakat, dampak gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat yang dapat diminimalisir, serta dapat mengganggu industri dalam negeri.

Penyelesaian Kasus Rokok, minuman beralkohol, dan barang campuran yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai yang berasal dari tindak pidana yang pelakunya tidak dikenal, telah ditetapakan sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan telah ditetapkan peruntukannya untuk dimusnahkan.

Berdasarkan surat keputusan dari Menteri Keuangan tentang Persetujuan Pemusnahan Barang Yang Menjadi Milik Negara, maka Bea dan Cukai segera melakukan tindak lanjut untuk memusnahkan BMN tersebut.

Pemusnahan BMN tersebut merupakan bukti komitmen Bea dan Cukai dalam mengawasi dan menekan peredaran MMEA illegal, rokok illegal, dan barang-barang Lartas (larangan dan pembatasan), mengamankan hak yang menjadi potensi penerimaan keuangan negara, sekaligus upaya menjaga iklim usaha dan industri di dalam negeri agar tetap kondusif. Ini merupakan bentuk aksi nyata dukungan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Program Gempur Rokok Ilegal yang terus digaungkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pemusnahan ini menjadi bukti sinergitas, koordinasi dan kolaborasi yang baik antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kejaksaan, khususnya Kejaksaan Tinggi Banten beserta jajarannya mulai dari tahap penyidikan, penuntutan hingga eksekusi atas putusan pengadilan.

Untuk penegakan hukum yang lebih baik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kejaksaan Tinggi akan terus bersinergi, bersama-sama bertekad untuk lebih adaptif, responsif dan peduli pada kondisi bangsa dan negara ditengah perekonomian nasional yang melemah akibat pandemi COVID-19.

    Tangerang Selatan, 2 Maret 2021

           Kepala Kantor Wilayah 

         

          Mohammad Aflah Farobi

Page 1 of 50

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

729198
Hari IniHari Ini340
KemarinKemarin792
Minggu IniMinggu Ini3901
Bulan IniBulan Ini11418
SemuaSemua729198
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230