Tangerang Selatan (17/09/2020) – Bea Cukai Tangerang (BeTa) terus berkomitmen mendukung penanganan COVID-19 dengan memberikan pembebasan pungutan cukai atas etil alkohol dan bea masuk terhadap pemasukan APD (Alat Pelindung Diri). Peran serta pemerintah dan masyarakat sangat berpengaruh dalam penanganan pandemi Covid-19. Kebijakan pemerintah yang tepat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan menjadi poin penting saat ini. Tak terkecuali Bea Cukai Tangerang yang berupaya turut andil dalam mendukung penanganan pandemi Covid-19 dengan wewenangnya di bidang Kepabeanan dan Cukai serta misinya untuk memfasilitasi industri dalam Negeri.

Menanggapi isu lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Bea Cukai Tangerang berupaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitasnya baik di bidang Kepabeanan maupun Cukai. Pertama, Fasilitas Pembebasan Cukai Etil Alkohol, fasilitas fiskal berupa pembebasan dari kewajiban pungutan cukai atas penggunaan Etil Alkohol sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer dan sejenisnya. Kedua, fasilitas pembebasan bea masuk, tidak dipungut PPN, dan dibebaskan dari pemungutan PPh Pasal 22 yang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 83/PMK.04/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan atas Impor Barang untuk Keperluan Penanganan Pandemi Covid-19. Fasilitas diberikan utamanya pada pengeluaran barang untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19 dari Kawasan Berikat.

Sebanyak 37 perusahaan yang tersebar di wilayah Tangerang Raya kini memanfaatkan Fasilitas Pembebasan Cukai Etil Alkohol yang diberikan Bea Cukai Tangerang. Pembuatan produk pembersih berupa hand sanitizer, hand gel, dan disinfektan sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19 terus ditingkatkan. Hingga September 2020, sebanyak 10,652,359 liter Etil Alkohol diberikan pembebasan atas pungutan cukainya. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158/PMK.010/2018 tarif cukai yang berlaku saat ini sebesar Rp20.000 per liter, maka total nilai cukai yang dibebaskan mencapai Rp213.047.180.000,00.

Di sisi kepabeanan, dalam rentang waktu yang dimulai dari bulan April hingga September 2020, sebanyak 1,391,851 buah Alat Pelindung Diri (APD) telah diberikan fasilitas pembebasan bea masuk, tidak dipungut PPN, dan dibebaskan dari pemungutan PPh Pasal 22. Jenis barang yang diberikan fasilitas meliputi APD lengkap, baju hazmat, masker, dan pelindung kaki. Taksiran harga mencapai Rp49.420.348.900,00 dengan rincian masing-masing pungutan keuangan Negara yang dibebaskan senilai Rp.433.832.000,00 bea masuk, Rp650.650.000,00 PPN, dan Rp163.024.000,00 PPh Pasal 22.

                        Optimalisasi pemberian Fasilitas Kepabeanan dan Fasilitas Pembebasan Cukai Etil Alkohol yang masih terus berjalan sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19 diharapkan mampu menekan potensi penularan hingga menyusutkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kemudian hari. Tentunya dengan didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Bersama Bea Cukai Tangerang bergerak melawan Covid-19.

Previous Next

Tangerang Selatan, 15/09/2020. Dalam rangka optimalisasi pelayanan kepabeanan bagi para pengguna fasilitas Kawasan Berikat di tengah pandemi Covid-19, Bea Cukai Tangerang (BeTa) mengusulkan penambahan calon Kawasan Berikat Mandiri. Sebelumnya, telah terdaftar sebanyak 13 Kawasan Berikat Mandiri di bawah pengawasan Bea Cukai Tangerang. Kini, diusulkan sebanyak 37 calon Kawasan Berikat Mandiri yang dipilih berdasarkan penilaian dan pertimbangan atas kelayakannya di berbagai aspek.

            Memulai pengenalan dan asistensi mengenai Kawasan Berikat Mandiri, Bea Cukai Tangerang menggelar kegiatan Sharing Meeting kepada 37 calon Kawasan Berikat Mandiri pada hari Selasa, 15 September 2020. Kegiatan Sharing Meeting dilakukan secara virtual untuk mengurangi potensi timbulnya keramaian dan penularan Covid-19 di wilayah kerja Bea Cukai Tangerang. Dalam kegiatan Sharing Meeting ini turut bergabung Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Banten, Moh. Saifuddin.

            Kegiatan Sharing Meeting dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Guntur Cahyo Purnomo. “Kawasan Berikat yang dicalonkan menjadi Kawasan Berikat Mandiri telah dipilih berdasarkan penilaian dan berbagai pertimbangan untuk dapat merasakan pelayanan terbaik dari Bea Cukai. Semoga dapat menarik minat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya” jelas Guntur. Pembahasan dan diskusi mengenai Kawasan Berikat Mandiri dilakukan pada kesempatan ini. Latar belakang yang meliputi penempatan pejabat Bea Cukai di TPB secara proporsional serta mandatory CEISA TPB, persyaratan untuk mendapatkan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri, hingga kewajiban dan prosedur pelayanan bagi Kawasan Berikat Mandiri dibahas secara tuntas dan jelas.

Selain pembahasan dan diskusi, testimoni pun dilayangkan sebagai dorongan dan motivasi bagi calon Kawasan Berikat Mandiri. PT Doulton dan PT Pratama Abadi Industri yang telah memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri membagikan pengalamannya dan kiat-kiat yang perlu diperhatikan, hingga keuntungan yang dirasakan berupa efisiensi waktu serta alur pergerakan barang yang semakin cepat terlebih di masa pandemi seperti ini. Perwakilan Asosiasi pun turut memberikan dukungan serta merasa bangga kepada anggotanya yang dicalonkan menjadi Kawasan Berikat Mandiri.

Kegiatan Sharing Meeting dinilai sangat memberikan pandangan yang positif bagi para calon Kawasan Berikat Mandiri. Dan tentunya fasilitas Kawasan Berikat Mandiri yang merupakan pengembangan dari fasilitas Kawasan Berikat yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan pelayanan kepabeanan secara mandiri dinilai oleh para penggunanya sebagai langkah tepat Bea Cukai untuk mengoptimalkan pelayanannya karena sangat memberi manfaat dan keuntungan di berbagai aspek. Diharapkan dengan semakin menjamurnya Kawasan Berikat Mandiri, semakin baik pula Bea Cukai.

Previous Next

Tangerang Selatan, 26/08/2020. Bea Cukai Tangerang yang akrab disebut BeTa menggelar event terbuka bagi para pengguna jasanya untuk berdiskusi bersama. Komunikasi publik yang harus terus dijaga terlebih di masa pandemi menjadi salah satu latar belakangnya. Rabu, 26 Agustus 2020, BeTa menggelar forum diskusi yang bertajuk Bincang BeTa. Event yang digelar secara virtual tersebut tak menyurutkan semangat saling menyapa dan bersua di antara kami dan pengguna jasa.

            Turut menggandeng KPP Madya Tangerang, diskusi menyuguhkan konten hangat berupa insentif perpajakan di masa pandemi Covid-19 sekaligus sebagai pendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional. Insentif perpajakan yang secara merata diberikan kepada pelaku usaha yang terdampak serta pihak yang menangani pandemi Covid-19 ini menjadi sorotan. Ditambah dengan insentif kepabeanan yang turut digelontorkan diharap dapat mendukung dan membantu efektivitas proses bisnis para pelaku usaha dalam Negeri.

            Di muka diskusi, Kepala Kantor BeTa, Guntur Cahyo Purnomo menyampaikan pentingnya topik ini dibahas secara menyeluruh bersama para ahli perpajakan. “Insentif perpajakan dan kepabeanan ini agar menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan untuk dimanfaatkan di masa pandemi Covid-19” tutur Guntur. Banyaknya pengguna jasa di bawah pengawasan BeTa yang membutuhkan insentif untuk mempertahankan usahanya di masa sulit pandemi menjadi sasaran yang tepat.

            Insentif perpajakan dipaparkan secara rinci berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan yang terbaru, yaitu PMK Nomor 110/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019. Perluasan cakupan insentif dan perpanjangan masa berlaku insentif terus diberikan bersamaan dengan tata cara pengajuan dan pelaporannya yang kini dapat dilakukan secara online. Sama halnya dengan insentif kepabeanan yang kini diatur dalam PMK Nomor 83/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan atas Impor Barang untuk Keperluan Penanganan Pandemi Covid-19. Tak hanya fokus pada pemberian insentif berupa pembebasan Bea Masuk untuk barang-barang impor, namun juga turut memperhitungkan dan melindungi industri dalam Negeri dengan penghapusan jenis barang cakupan insentif kepabeanan.

            Selain berbicara mengenai insentif perpajakan dan kepabeanan, upaya mengurangi peluang penyebaran Covid-19 juga didorong dengan menggencarkan penambahan Kawasan Berikat Mandiri. Dengan pelayanan yang dilakukan secara mandiri oleh pengusaha Kawasan Berikat dapat mengurangi intensitas terjadinya kerumunan dan semakin efektif dalam penerapan kebijakan physical dan social distancing. Topik lainnya dalam Bincang BeTa kali ini membahas persiapan BeTa menuju pencapaian baru, yaitu predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kami terus mengimbau dan mengharapkan dukungan serta kerjasama para pengguna jasa untuk bersama melawan gratifikasi di wilayah kerja BeTa.

            Kesempatan diskusi terbuka secara virtual yang bertujuan untuk berbagi informasi, mendengarkan, dan merangkul para pengguna jasa diakui efektif terlebih di masa pandemi ini. Solusi dan penyelesaian massalah dikantongi para pengguna jasa, sedangkan saran dan masukan turut menjadi bekal BeTa memperbaiki diri untuk mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik!

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 02/09/2020. Bea Cukai Tangerang sebagai salah satu unit kerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang mengemban misi fasilitasi, kedatangan tamu dari salah satu jasa forwarder internasional, PT Naku Freight Indonesia. Tepatnya hari Rabu, 2 September 2020 dijadwalkan kegiatan Audiensi PT Naku Freight Indonesia kepada Bea Cukai Tangerang. Mengantongi beberapa izin dan sertifikasi pada bidang rantai pasok dan logistik, PT Naku Freight Indonesia kunjungi Bea Cukai Tangerang dengan program inovasinya.Tangerang Selatan, 02/09/2020. Bea Cukai Tangerang sebagai salah satu unit kerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang mengemban misi fasilitasi, kedatangan tamu dari salah satu jasa forwarder internasional, PT Naku Freight Indonesia. Tepatnya hari Rabu, 2 September 2020 dijadwalkan kegiatan Audiensi PT Naku Freight Indonesia kepada Bea Cukai Tangerang. Mengantongi beberapa izin dan sertifikasi pada bidang rantai pasok dan logistik, PT Naku Freight Indonesia kunjungi Bea Cukai Tangerang dengan program inovasinya.

 

Di Ruang Rapat Kantor Bea Cukai Tangerang, Guntur Cahyo Purnomo selaku Kepala Kantor menyambut baik kedatangan perwakilan PT Naku Freight Indonesia. Kegiatan Audiensi mencakup pembahasan mengenai program inovasi pengangkutan berupa trucking konsolidasi. Kegiatan Audiensi juga disambungkan dengan aplikasi video conference untuk dapat menjangkau petugas Bea Cukai Tangerang yang bertugas di lapangan.

Program inovasi yang digadang PT Naku Freight Indonesia turut melibatkan beberapa perusahaan pengguna fasilitas Kawasan Berikat di bawah pengawasan Bea Cukai Tangerang. Konsep trucking konsolidasi diperuntukan bagi pengangkutan barang ekspor beberapa Kawasan Berikat melalui Pusat Logistik Berikat dengan komoditi yang sama hanya dengan satu moda transportasi. Program ini dipaparkan mampu memberikan keuntungan berupa efisiensi biaya logistik.

Audiensi dilengkapi dengan sesi diskusi beberapa jajaran petugas Bea Cukai Tangerang. Dibahas beberapa ketentuan kepabeanan yang mendasari seperti ketentuan mengenai Kawasan Berikat. Petugas Bea Cukai berperan dalam pengawasan dan perlindungan atas hak-hak keuangan Negara yang masih terkandung dalam barang yang menerima fasilitas Kawasan Berikat. Hal tersebut dilakukan karena barang diberikan penangguhan atas bea masuk dan pajak dalam rangka impornya.

Audiensi dan diskusi berlangsung lancar dan penuh antusias. PT Naku Freight Indonesia menyebut bahwa pengetahuan mengenai kepabeanan yang diberikan Bea Cukai Tangerang sangat berguna untuk proses bisnis dan program inovasinya ini. Sebagai bagian dari fungsi pelayanan, Bea Cukai Tangerang sangat terbuka untuk pemenuhan informasi kepabeanan maupun cukai. Hal ini tak lain demi mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik.

 

Tangerang Selatan (27/07/2020) – Mengulas kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.04/2019 yang digelar pada pertengahan bulan Juli lalu, yaitu Selasa, 14 Juli 2020. Sosialisasi diikuti oleh Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), seluruh unit vertikal di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta perwakilan Perguruan Tinggi di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang. Sosialisasi tersebut sukses mengenalkan salah satu fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk dan cukai atas impor barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

            Sebagai tindak lanjut atas kegiatan Sosialisasi yang diberikan, Bea Cukai Tangerang bersama Kanwil Bea Cukai Banten melakukan kunjungan kerja ke Puspiptek pada hari Senin, 27 Juli 2020. Koordinasi dilakukan dengan pimpinan Puspiptek berserta jajarannya untuk menjaring lebih banyak kebutuhan dan aspirasi dari Puspiptek untuk kemudian difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam rangka mendukung pengembangan iptek nasional.

            Kepala Puspiptek, Sri Setiawati, mengungkapkan penggunaan jasa pihak ketiga dan penimbunan barang impor untuk penelitian di gudang milik pihak ketiga membebani biaya penelitian. Hal tersebut tentunya dialami di berbagai laboratorium di bawah naungan Puspiptek yang tersebar di seluruh Indonesia. Dukungan dari DJBC diharapkan dapat mengakomodasi kendala-kendala yang terjadi.

            Kepala Kanwil Bea Cukai Banten, M. Aflah Farobi, menanggapi bahwa fasilitas kepabeanan berupa Tempat Penimbunan Berikat (TPB) dimungkinkan dapat mengatasi kendala biaya penimbunan barang impor untuk penelitian. Pembangunan Gudang Berikat maupun Pusat Logistik Berikat diharapkan mampu menjadi wadah penimbunan barang selama faslitas PMK Nomor 200/PMK.04/2019 diproses. Tak hanya efisiensi biaya, percepatan sistem dan prosedur pun dapat dinikmati.

            Sinergi yang apik dibangun Bea Cukai Tangerang bersama Kanwil Bea Cukai Banten dan Puspiptek untuk mendukung berlangsungnya kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Fasilitas fiskal sebagaimana PMK Nomor 200/PMK.04/2019 dan fasilitas TPB yang diusulkan menjadi jembatan perkembangan iptek nasional serta perwujudan Bea Cukai yang semakin baik.

Page 1 of 47

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

601707
Hari IniHari Ini200
KemarinKemarin727
Minggu IniMinggu Ini4385
Bulan IniBulan Ini17191
SemuaSemua601707
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230