Previous Next

Tangerang Selatan, 20 November 2019. Untuk kedua kalinya, Bea Cukai Tangerang (BeTa) menyelenggarakan event andalannya dalam berbagi informasi, diskusi, dan mengedukasi. Dalam balutan tajuk Customs Bonded Class, BeTa kini melangsungkan event tersebut dengan cara yang berbeda. Para pengajar dari Politeknik keuangan Negara STAN (PKN STAN) turut digandeng dalam menyukseskan Customs Bonded Class. Dan kali ini, Customs Bonded Class mengusung tema fasilitas kepabeanan berupa Tempat Penimbunan Berikat dengan spesifikasi Kawasan Berikat juga Pusat Logistik Berikat.

            Customs Bonded Class ditujukan bagi para pengguna jasa di wilayah pengawasan BeTa, khususnya pengguna fasilitas Kawasan Berikat juga Pusat Logistik Berikat. Bertempat di Ruang Aula Kantor BeTa, Wisnu Nuryanto selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi memimpin berlangsungnya Customs Bonded Class. “Bersama kita lakukan refreshment atau mengingat kembali ketentuan-ketentuan mengenai Tempat Penimbunan Berikat” tukas Wisnu dalam sambutan pembukanya. Selain mengulas peraturan yang ada, topik-topik hangat pun diangkat guna menjadi pelajaran bagi perjalanan proses bisnis di lapangan.

            Pengajar PKN STAN, Masruri, memberikan informasi umum mengenai titik-titik krusial kepabeanan. Tatalaksana impor, ketentuan ekspor, dan hal-hal lain yang menjadi peran serta fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dipaparkan sebagai pengantar. Kemudian, disambut oleh Marsanto pemaparan mengenai pilar-pilar Kawasan Berikat, dimulai dari perizinan, sampai pencabutan fasilitas. Integrasi antara Kawasan Berikat dengan Pusat Logistik Berikat kini pun menjadi topik hangat yang tak luput dari pembahasan.

            Sebagai pelengkap, pada event yang digelar selama dua hari ini, dilakukan penyegaran kembali terhadap penggunaan dokumen kepabeanan di lingkungan Tempat Penimbunan Berikat. Antusias dari para peserta Customs Bonded Class tertuang dalam sesi diskusi dan tanya jawab dengan para pengajar. Dengan ini, aspirasi dan keluh kesah para pengguna fasilitas tersampaikan secara langsung kepada wadah yang tepat. Peran edukasi kepada masyarakat pun dicapai oleh BeTa dengan pelaksanaan Customs Bonded Class tersebut. Bersama ciptakan pengguna fasilitas yang sadar dan patuh, wujudkan Bea Cukai yang semakin baik.

            Salam fasilitas!

 

 

Previous Next

Tangerang, 19/11/2019. Suara cetar membahana Yuwono Sutiasmaji memenuhi ruang pelatihan PT Pardic Jaya Chemicals (PJC) yang berlokasi di Tangerang, Banten. Narasinya yang berapi-api menjelaskan konsep AEO (Authorized Economic Operator) berhasil menarik perhatian para hadirin yang merupakan karyawan dari berbagai divisi di PJC antusias memperhatikannya. Setelah lebih dari dua tahun, sejak 31 Agustus 2019, PJC memegang sertifikat AEO. Hari ini PJC mengadakan penyegaran dan retraining AEO Awareness kepada para pegawainya dari berbagai bagian di hampir seluruh lini perusahaannya, termasuk personil security. Training ini merupakan kewajiban bagi pemegang sertifikat AEO sebagai upaya menjaga keberlangsungan sertifikasinya sekaligus memastikan seluruh elemen perusahaan telah memahami esensi dari AEO secara utuh. Diharapkan, awareness yang tersebar merata di seluruh karyawan perusahaan akan mempekokoh keberadaan dan manfaatnya bagi perusahaan yang bersangkutan.

Menghadirkan Yuwono Sutiasmaji selaku Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Subdirektorat Program Prioritas dan AEO Direktorat Teknis Kepabeanan Kantor Pusat Direktorat Jenderal dan Cukai (DJBC) acara retraining menjadi meriah. Retorika penyampaiannya berhasil memancing diskusi dan dialog interaktif dari segenap hadirin. Apalagi peserta yang aktif dijamu bingkisan menarik menambah semangat mereka. Sebelumnya, kegiatan dibuka oleh Iwan Hermawan selaku Direktur PJC. Keseriusan beliau menunjukan komitmen yang tinggi dari unsur pimpinan PJC akan pentingnya AEO. “Kegiatan ini sesuai dengan persyaratan AEO yang kelima yaitu mempunyai sistem pendidikan, pelatihan, dan kepedulian dan hari ini kita buktikan bahwa PJC memiliki syarat tersebut” ungkap Iwan disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Lebih lanjut, pemaparan Yuwono yang bersemangat ditimpali dengan banyaknya pertanyaan yang menyertai sepanjang materi dijelaskan. “Kita perlu sampaikan ucapan terima kasih kepada security” urai Yuwono disambut aplaus yang lain. “Merekalah yang membuat kita pertama kali tahu bahwa PJC adalah AEO” sambungnya. Bagi sebagian peserta, kegiatan ini mengulang, namun sebagain besar belum pernah mendapatkannya sedetail hari ini langsung dari ahlinya. Termasuk bagian yang terakhir adalah para security yang hari ini hadir menjadi peserta. Yuwono juga menekankan dipenuhinya kewajiban atas pembayaran berkala yang merupakan perlakuan kepabeanan tertentu yang digunakan oleh PJC. “Kewajiban pembayaran berkala bulan Desember harus diselesaikan paling lambat tanggal 20’’ ingat Yuwono. Selain itu, Yuwono pun mengingatkan kembali pentingnya tiga tata nilai budaya AEO. Setiap perusahaan AEO wajib mengetahui dan menghidupkan nilai ini, yaitu partnership, own responsibility, dan mutual trust. Terealisasinya nilai-nilai tersebut akan mendukung kebermanfaatan AEO yang lebih nyata.

Selanjutnya, dijelaskan pula monitoring dan evaluasi (monev) AEO sebagai salah satu kewajiban dalam menjaga kondisi dan 13 hal yang dipersyaratkan dalam AEO tetap terjamin. “Jika monev tidak dilaksanakan bisa berakibat pada pembekuan AEO yang berarti berbagai kemudahan tidak bisa diperoleh” ingat Yuwono. Yuwono pun mengakhiri paparannya dengan menjelaskan kewajiban audit internal yang harus dilaksanakan minimal setahun sekali.

Sebelum ditutup, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Wisnu Nuryanto selaku Client Manager dari Bea Cukai Tangerang (BeTa) menambahkan peran BeTa bagi AEO. Sebagai kantor yang mengawasi salah satunya perusahaan penerima fasilitas, BeTa melalui client manager-nya menjamin seluruh keperluan perusahaan AEO terkait kepabeanan, terutama perlakuan tertentunya. Mengingat PJC juga melakukan ekspor, tak lupa Wisnu menjelaskan beberapa fasilitas dalam rangka ekspor yang dapat digunakan oleh PJC. Diantaranya adalah kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) sehingga diharapkan PJC akan lebih kompetitif baik dari sisi biaya yang lebih murah maupun keunggulan arus kas yang dihemat dari bea masuk dan PPN yang dibebaskan.

 

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 12 November 2019. Implementasi tugas dan fungsi sebagai fasilitator perdagangan dan industri, Bea Cukai Tangerang (BeTa) bersama Kantor Wilayah DJBC Banten (Kaban) bertandang ke salah satu Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayah pengawasan BeTa. Terletak di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang, IKM yang kami datangi bergerak di bidang produksi tas dan aksesoris berbahan baku utama kulit reptil. CV Adya Cipta, pengrajin tas, dompet dan aksesoris lainnya.

            Memiliki potensi ekspor yang meningkat, BeTa memutuskan untuk memperkenalkan salah satu fasilitas kepabeanan yang dapat dinikmati oleh CV Adya Cipta selaku IKM. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM), fasilitas kepabeanan yang memberikan kemudahan bagi para IKM berupa pembebasan Bea Masuk serta tidak dipungut PPN atas impor bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang untuk tujuan ekspor.

            Kepada CV Adya Cipta diberikan edukasi dan bimbingan mengenai kriteria dan ketentuan KITE IKM, keuntungan, serta manfaatnya. Dalam balutan tajuk Customs Visits Customer, kunjungan ini ditujukan untuk mendorong para pelaku usaha, khususnya IKM untuk memajukan produksi dalam Negeri hingga dapat bersaing di kancah internasional. Dan sampai saat ini, CV Adya Cipta telah memasarkan produknya hingga ke Negeri ginseng, Korea Selatan.

            Diharapkan dengan penggunaan fasilitas secara optimal di kemudian hari dapat meningkatkan produktivitas usaha dan gencarkan ekspor. Didampingi Partogi Siahaan (Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat) dan Wisnu Nuryanto (Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi), CV Adya Cipta menyampaikan kondisi serta kendala yang dihadapi dalam proses bisnisnya memproduksi tas, dompet, dan aksesoris dari kulit reptil hingga bisa diekspor. Dengan berdasar pada ketentuan perundangan dan tanpa menepikan rasa kemanusiaan, diberikan saran serta solusi untuk membantu lancarnya industri aksesoris kulit reptil tersebut.

            Bimbingan dan asistensi selanjutnya tentu dapat dinikmati oleh para IKM yang berminat menggunakan fasilitas kepabeanan seperti KITE IKM. Tak hanya di Tangerang Raya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini memfasilitasi industri secara merata di seluruh Indonesia. Terlaksananya misi fasilitasi DJBC di Kantor BeTa tentu menjadi perwujudan Bea Cukai yang semakin baik.

            Salam fasilitas!

 

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 15 November 2019. Dalam rangka merekatkan tali silaturahmi serta mewujudkan program kerja Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Banten, dilaksanakan agenda pertemuan gabungan yang juga diisi dengan pelatihan keterampilan membuat kerajinan tangan. Bertempat di Ruang Aula Kantor Bea Cukai Tangerang (BeTa), kegiatan ini juga diperuntukan bagi anggota Dharma Wanita Persatuan yang merupakan istri-istri milenial. Agenda pertemuan disertai pelatihan keterampilan dilaksanakan guna menjadi wadah positif bagi para istri pegawai untuk bergaul, menjalin silaturahmi, juga meningkatkan kreativitas.

            Pelatihan keterampilan dipandu oleh Purwanti dari PKK Pokja 2 Kecamatan Cisauk. Dalam kesempatan ini, para anggota dibimbing untuk membuat kerajinan tangan berupa kalung etnik. Dengan memanfaatkan kain batik bekas/sisa pakai dapat menghasilkan sebuah karya seni yang ciamik. Ibarat sebuah kewajiban, kreativitas sebagai ibu rumah tangga diperlukan dalam memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah. Selain untuk mempercantik diri, juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi sampah.

            Kesulitan tak jarang terjadi di permulaan, namun kerja keras dan kemauan tak surut terlihat di wajah cantik para anggota Dharma Wanita Persatuan. Selain istri-istri pegawai, para pegawai wanita pun turut serta memeriahkan pelatihan keterampilan untuk mengisi di waktu luangnya. Merupakan suatu hal yang menarik untuk diikuti para pegawai wanita karena dapat menjadi wadah menyalurkan ide-ide kreatifnya, diluar urusan pekerjaan. Tentunya dapat mengurangi rasa jenuh ketika terlalu giat bergelut dengan pekerjaan kantor.

            Agenda yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat menjadi hobi yang positif dan dapat mendorong kinerja para pegawai BeTa. Kemudian, bukan hanya kalung etnik yang dapat dihasilkan, namun aksesoris lainnya pun dapat dikreasikan. Tak perlu membeli, buah tangan sendiri pun jadi. Bersama kelola barang di sekitar kita, tingkatkan kreativitas bersama Dharma Wanita Persatuan.

 

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 7 November 2019. Bea Cukai Tangerang (BeTa) kedatangan tamu dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi. Kedatangan tamu spesial ini dalam rangka tahap penilaian atas predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Suatu kehormatan bagi BeTa mendapat kunjungan khusus karena tidak semua kandidat WBK mendapatkannya.

            Dengan dikumandangi Mars Bea dan Cukai, BeTa menyambut baik kedatangan perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi. Untuk menambah semangat, yel-yel dan jargon milik BeTa pun diteriakan sebagai lambang keseriusan mencapai predikat WBK.

            Tak lupa, sebagai pengenalan ditayangkan video profil Kantor BeTa bersama dengan sambutan Kepala Kantor, Aris Sudarminto memperkenalkan seluruh jajaran tim WBK yang menyukseskan proses penguatan komitmen WBK di kantor ini. “BeTa telah menapaki proses pembangunan Zona Integritas menuju WBK sejak Januari lalu” papar Aris kepada tim penilai.

            Secara bergilir, tim-tim yang ada dalam proses pembangunan Zona Integritas hingga pencapaian WBK memaparkan tugas-tugas dan kinerjanya yang tertuang dalam Lembar Kerja Evaluasi (LKE). Tak kalah aktif, tim penilai pun bertanya mengenai detail pencapaian BeTa, meliputi inovasi, teknis dan prosedur pelayanan, juga sistem pengendalian gratifikasi dan tindak korupsi.

            Tahapan demi tahapan telah dilalui sampai dengan tahap penilaian terakhir. Kini, saatnya untuk menyerahkan segala keputusan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi sebagai tim penilai, karena daya upaya terbaik telah dilakukan oleh Kantor BeTa. Doa dan pengharapan tercurah di setiap langkah melayani dan mengawasi sebagai tugas dan fungsi utama. BeTa kuatkan komitmen WBK, wujudkan Bea Cukai yang semakin baik.

            BeTa kerja, karya, WBK!

 

 

Page 1 of 36

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

390045
Hari IniHari Ini501
KemarinKemarin584
Minggu IniMinggu Ini2718
Bulan IniBulan Ini12553
SemuaSemua390045
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230