Previous Next

LESTARIKAN BUDAYA NUSANTARA, BEA CUKAI TANGERANG TURUT SERTA PAMERAN SENI TEMPA

Jakarta Timur, 29 September 2019 dimeriahkan kegiatan Pameran Seni tempa Nusantara oleh Bea Cukai Tangerang di Lobby Gedung Kalimantan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pameran dibuka tanggal 23 September 2019 oleh Oentarto Wibowo selaku Pembina Paguyuban Seni Tempa Indonesia (PASTI) Kementerian Keuangan dan ditutup tanggal 27 September 2019 dengan seminar yang dibawakan oleh Toni Junus Kanjeng NgGung, seorang penulis dan pemerhati budaya keris Indonesia.

            Keris sebagai warisan budaya Indonesia menjadi tema seminar sekaligus pameran seni yang digelar atas kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan yang telah mengenal besi dan pengolahannya sejak berabad lampau tersebut. Bukan hanya bagi bangsa, UNESCO pun memandang keris sebagai salah satu bagian dari seni tempa yang memiliki nilai luar biasa sebagai karya agung ciptaan manusia. Selain berakar dalam tradisi budaya dan sejarah masyarakat nusantara, keris juga masih berperan aktif sebagai jati diri bangsa, sumber inspirasi budaya, dan turut berperan sosial di masyarakat. Atas hal tersebut, pada tanggal 25 November 2015, UNESCO memberikan penghargaan keris Indonesia sebagai warisan budaya non bendawi.

            Kegiatan pameran diikutsertai oleh para pejabat dari jajaran Direktorat Jenderal dan Bea dan Cukai termasuk Oentarto Wibowo (Direktur Fasilitas Kepabeanan) dan B. Widjayanta (Direktur Penindakan dan Penyidikan) serta satu orang dari Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.  Sebanyak 43 koleksi dipamerkan dan terdiri dari keris berbagai daerah juga berbagai zaman termasuk tombak, rencong, dan kujang. Tahun pembuatannya pun beragam, diawali dari abad ke-8 hingga keris buatan terkini. Selain itu, disediakan informasi dan pengetahuan dasar hingga buku dan majalah referensi terkait keris juga pusaka Indonesia.

            Sebagai penutup pameran, digelar seminar oleh Toni Junus Kanjeng NgGung yang membahas warisan kebudayaan Indonesia yang disebut intangible heritage oleh UNESCO. Teknik pembuatan, bahan yang dipilih, hingga fungsi dari berbagai macam model keris dipaparkan secara rinci oleh ahlinya. Menarik dan unik digambarkan dalam pergelaran pameran maupun seminar ini. Tak hanya bisa dinikmati dengan indera penglihatan, adapun koleksi keris yang boleh dibuka, dicoba, serta dipegang oleh pengunjung pameran.

            Diharapkan ke depan, tak hanya keris yang dapat dipamerkan sebagai kebanggaan warisan bangsa, tapi juga pusaka lainnya. Dengan ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Paguyuban Seni Tempa Indonesia (PASTI) Kementerian Keuangan mendukung lestarinya warisan budaya nusantara, terlebih di kalangan generasi milenial.

            Lestarikan budaya, majukan Indonesia!

 

 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

369541
Hari IniHari Ini531
KemarinKemarin703
Minggu IniMinggu Ini338
Bulan IniBulan Ini7943
SemuaSemua369541
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230