Previous Next

BEA CUKAI TANGERANG DORONG EKSPOR DENGAN FASILITAS MELALUI SEMINAR BISNIS PENGEMBANGAN USAHA

Tangerang Selatan, 29/01/2020. Menutup Januari 2020, Bea Cukai Tangerang (BeTa) menggelar event terbuka berupa Seminar Bisnis Pengembangan Usaha melalui Fasilitas Kepabeanan. Ditujukan kepada eksportir dan calon eksportir khususnya di wilayah Tangerang Raya, BeTa menekankan tujuannya pada menjamurnya pengguna fasilitas kepabeanan untuk pacu ekspor nasional. Seminar Bisnis digelar di Aula Kantor BeTa, tepatnya pada hari Rabu, 29 Januari 2020.

            Misi fasilitasi masih menjadi persoalan yang utama bagi BeTa. Dengan mengumpulkan para eksportir tentu menjadi peluang meningkatnya pemahaman mengenai fasilitas kepabeanan, seperti Tempat Penimbunan Berikat (TPB) dan juga Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Dihadirkan pula para narasumber yang berkompeten seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Dosen Politeknik Keuangan Negara STAN, juga praktisi Kawasan Berikat.

            Seminar Bisnis dibuka oleh Moh. Saifuddin selaku Kepala Bidang Fasilitas Kantor Wilayah DJBC Banten. “Atas terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait pengembangan usaha guna kesejahteraan pelaku usaha serta penyerapan tenaga kerja yang lebih baik” tuturnya. Topik-topik yang dibahas antara lain mengenai prosedur ekspor dan penerapan fasilitas kepabeanan.

            Dosen PKN STAN, Marsanto Adi Nurcahyo, menjabarkan hal-hal mengenai ekspor yang meliputi ketentuan ekspor, prosedur dan dokumentasinya. Disampaikan juga fasilitas yang dapat digunakan oleh para eksportir seperti TPB dan KITE, termasuk KITE IKM. Ketentuan dan persyaratannya, keuntungan dan kemudahannya, serta kewajiban pengguna fasilitas TPB maupun KITE dipaparkannya.

            Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Oke Sulendro Setyo Rachman, menyampaikan keterkaitan ekspor dengan Surat Keterangan Asal/Certificate of Origin (SKA/COO). SKA adalah dokumen yang membuktikan bahwa barang ekspor Indonesia telah memenuhi Ketentuan Asal Barang Indonesia (Rules of Origin of Indonesia). SKA terbagi menjadi 2 jenis, yaitu SKA Preferensi dan SKA Non-Preferensi. Dipaparkan prosedur pengurusan SKA dan penggunaan SKA bagi kegiatan ekspor.

            Praktisi Kawasan Berikat, Leni Hartati, menyampaikan pengalamannya menggunakan salah satu fasilitas kepabeanan Kawasan Berikat. Kawasan Berikat merupakan salah satu bentuk TPB yang memberikan fasilitas penangguhan Bea Masuk, tidak dipungut PPN dan PPnBM, serta pembebasan Cukai. Kemudahan demi kemudahan dituturkan Leni kepada para peserta Seminar yang terlihat antusias.

            Dengan terlaksananya kegiatan Seminar diharapkan dapat mendorong ekspor di wilayah Tangerang Raya dan fasilitas kepabeanan menjadi jembatan menuju masyarakat yang sejahtera dan Indonesia yang maju. Bersama wujudkan Bea Cukai yang semakin baik!

 

 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

439494
Hari IniHari Ini518
KemarinKemarin527
Minggu IniMinggu Ini4057
Bulan IniBulan Ini13013
SemuaSemua439494
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230