Previous Next

DUKUNG PENGEMBANGAN IPTEK NASIONAL, BEA CUKAI TANGERANG GANDENG PUSPIPTEK BAHAS FASILITAS KEPABEANAN

Print

Tangerang Selatan, 14/07/2020. Menyongsong era kehidupan normal baru, Bea Cukai Tangerang (BeTa) mulai terbiasa dengan penggunaan media video teleconference dalam setiap kegiatannya, terlebih pada kegiatan kehumasan dan penyuluhan. Untuk kesekian kalinya, BeTa berhasil menjalankan misi edukasi kepada para pengguna layanannya maupun mitra kerjanya. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah suatu penghalang untuk terus berkarya. Kali ini, tepatnya di pertengahan bulan Juli, yaitu Selasa, 14 Juli 2020 dilaksanakan Sosialisasi virtual yang membahas tuntas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.04/2019.

            Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.04/2019 digelar untuk membahas salah satu fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk dan cukai atas impor barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Adapun peserta yang menjadi sasaran Sosialisasi yaitu Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) yang berlokasi di salah satu wilayah pengawasan BeTa, juga seluruh unit vertikal di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta perwakilan Perguruan Tinggi di wilayah pengawasan BeTa.

            Sosialisasi dibuka oleh Kepala Kantor BeTa, Guntur Cahyo Purnomo. “Semoga Sosialisasi dapat dipahami oleh para pihak yang terlibat dan meminimalkan kendala pada saat proses kepabeanan terjadi, prosedur menjadi lebih jelas dan kegiatan berjalan lancar hingga proses penyelesaian barang tersebut” harap Guntur dalam sambutannya. Sebuah kebanggaan, turut hadir Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi, Mego Pinandito, di tengah Sosialisasi. Dituturkan pentingnya fasilitas fiskal ini bagi keberlangsungan kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

            Pembahasan mengenai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.04/2019 disampaikan oleh Kepala Seksi Bantuan Hukum Kantor Wilayah DJBC Banten, Didit Prayudi Sidharta. Disampaikan mengenai cakupan fasilitas pembebasan bea masuk dan cukai atas barang impor untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Objek, subjek, persyaratan dokumen dan proses permohonan hingga penyelesaian barang impor menjadi poin-poin penting dalam pembahasan.

            Antusiasme tinggi melingkupi sepanjang kegiatan Sosialisasi, terlebih pada sesi diskusi. Partisipasi aktif dari para peneliti, perekayasa, dan pihak lainnya termasuk perwakilan Perguruan Tinggi menyambut baik adanya regulasi yang mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Di masa pembangunan ekonomi inovasi sekarang ini, kita dituntut untuk terus berkarya dan Bea Cukai turut berperan mendukung keberlangsungan kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan melalui misi dan tusinya. Bersinergi kembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, wujudkan Bea Cukai makin baik.