Previous Next

AMANKAN Rp 3,2 M POTENSI KERUGIAN NEGARA, BEA CUKAI TANGERANG TINDAK PEREDARAN ROKOK ILEGAL TAK BERPITA CUKAI

Print

Tangerang, 20/01/2022 - Seperti hari-hari biasanya, tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Bea Cukai Tangerang menjalankan tugas dan fungsi pengawasan di wilayah Tangerang Raya. Pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai menjadi tusi utama tim P2 untuk melindungi hak-hak keuangan negara dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perundangan di bidang kepabeanan dan cukai tercipta dengan baik di kalangan stakeholders. Hingga pada suatu hari, tepatnya hari Kamis, 20 Januari 2022 tim menemukan adanya indikasi pelanggaran di bidang cukai di wilayah Periuk, Kota Tangerang. 

Bergegas, tim melakukan patroli darat di sekitar lokasi yang dicurigai terdapat penimbunan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal. Tak lama, ditemukan beberapa mobil box yang sesuai dengan ciri-ciri yang dicurigai sedang melakukan pembongkaran barang di sebuah ruko dan segera dilakukan pemeriksaan oleh tim. Benar saja, tim mendapati barang yang sedang dibongkar adalah BKC Hasil Tembakau berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai. Tak hanya itu, pemeriksaan didalami hingga ke ruko tersebut dan didapati menimbun rokok yang juga tidak dilekati pita cukai yang diduga asal impor. Atas temuan tersebut tim melakukan penindakan dan HR selaku penanggung jawab turut diamankan untuk dilakukan penahanan.

Atas penimbunan BKC Hasil Tembakau berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai melanggar Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, yaitu Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar dan/atau Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Adapun barang hasil penindakan yang didapati berupa BKC Hasil Tembakau sebanyak 4.392.400 batang rokok berbagai merk tanpa dilekati pita cukai dengan perkiraan nilai Rp4,9 Milyar dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan yang diperkirakan mencapai Rp3,2 Milyar. Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Guntur Cahyo Purnomo menyebutkan bahwa ini merupakan salah satu yang terbanyak di antara penindakan rokok ilegal lainnya di Bea Cukai Tangerang. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk prestasi tim P2 di awal tahun ini” ujar Guntur.

Penanganan atas kasus tersebut tidak lain bahwa terhadap tersangka HR dilakukan penahanan dan perkara sampai dengan saat ini dalam proses penyidikan dengan agenda pengumpulan alat bukti dan permintaan keterangan dari saksi-saksi dan ahli. Bea Cukai Tangerang terus berupaya mengoptimalkan tusi pengawasan maupun pelayanannya guna mewujudkan Bea Cukai yang makin baik.