Previous Next

Tangerang Selatan, 07/01/2020. Mengawali tahun yang baru, Bea Cukai Tangerang (BeTa) menyambutnya dengan penuh suka cita dan semangat yang baru pula. Dalam balutan event Apel Bulanan dan Program Pembinaan Keterampilan Pegawai (P2KP), BeTa mengumpulkan para pejabat dan pegawainya di Halaman juga Ruang Aula Kantor BeTa. Apel kali ini menampilkan wajah baru dengan Guntur Cahyo Purnomo sebagai pembinanya. Sedang P2KP digelar dalam rangka menyambut kehadiran dan momen perkenalan Guntur yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor BeTa.

            “Tak kenal maka tak sayang”

            Kalimat yang lumrah didengar pada setiap jumpa pertama. Maka, Apel Bulanan dan P2KP ini dipersembahkan sebagai momen menjalin rasa sayang alias perkenalan. Bersamaan dengan tahun yang baru, BeTa pun dimeriahkan dengan kedatangan pimpinan yang baru. Itu artinya semangat yang baru dan juga harapan yang baru. Guntur Cahyo Purnomo, sosok bijaksana yang kini menghiasi hari-hari BeTa dengan raut wajah ramahnya. Rupa-rupanya, 2020 akan menjadi tahun milik BeTa.

            Pada Apel pagi tadi, Guntur mengucapkan selamat atas datangnya tahun baru bersama harapan yang baru. Diantaranya menjadi kantor dan juga pribadi yang semakin baik sebagaimana slogan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Apresiasi dan ucapan terima kasih dituturkan beliau atas perjuangan BeTa meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). “Adapun memelihara predikat WBK yang kini sudah ada lebih sulit dibandingkan meraihnya kemarin” ingat Guntur kepada seluruh peserta Apel. Kemudian amanatnya ditutup dengan menyulutkan semangat para pejabat dan pegawainya untuk selalu meningkatkan integritas.

            Apel selesai dan dilanjutkan dengan P2KP yang mengusung tajuk “Satu Jam Bersama Pak Guntur”. Dengan dipandu Wisnu Nuryanto selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi sebagai moderator, momen perkenalan Guntur menjadi terasa sangat hangat. Dilengkapi dengan canda ringan diantara keduanya membuat para pejabat dan pegawai hanyut dalam suasana kekeluargaan. Latar belakang Guntur sebagai sosok ayah dari anak kembarnya dikupas oleh Wisnu, hingga perjalanan panjang karir Guntur di Bea Cukai turut menjadi inspirasi bagi pegawai milenial BeTa. Lika dan liku serta suka dan duka telah puluhan tahun Guntur lewati hingga kakinya berpijak di BeTa.

            Mengawali masa kepemimpinannya, banyak harapan dan arahan yang disampaikan Guntur. Dimulai dari pentingnya menjaga kekompakan dengan segala fasilitas yang diberikan oleh Negara, menyepakati komitmen untuk berubah kearah yang lebih baik, tuntutan kerja sama dan hidupkan suasana rumah tangga di Kantor dengan harapan sikap saling membantu dan mendukung turut menyertai satu sama lain. Ciptakan nyaman, nikmat, dan rasa bahagia menyelimuti rumah kita di Kantor ini. Bersama kita saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling menguatkan. Bersama wujudkan Bea Cukai Tangerang yang semakin baik!

 

Previous Next

Tangerang, 31/12/2019. Penghujung tahun ini, Bea Cukai Tangerang (BeTa) kembali kehilangan salah satu sosok inisiator. Lagi dan lagi, kedatangan masa purnabhakti menjadi alasan perpisahan yang menyudahi kebersamaan. Di tahun yang baru, BeTa harus melepaskan salah satu pegawai terbaiknya, Subandriyo, selaku Kepala Seksi Perbendaharaan untuk memasuki purnabhaktinya. Setelah 37 tahun lamanya mengabdi kepada Negeri melalui institusi DJBC, kini sudah saatnya rehat dan menikmati waktu bersama keluarga dengan sepenuhnya. Tepatnya di Ruang Aula Kantor BeTa, digelar acara Pelepasan Pegawai Purnabhakti.

            Pelepasan diawali dengan senandung indah yang dilantunkan BeTaMusik mengiringi momen sarapan bersama para pejabat dan pegawai yang hadir untuk memeriahkan acara pelepasan. Banyak apresiasi dan ucapan selamat menghampiri Subandriyo di hari terakhirnya sebagai sosok Bea Cukai di BeTa. Pimpinan, rekan sejawat hingga para pelaksana yang sudah dianggap sebagai anaknya sendri pun turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

            Aris Sudarminto selaku Kepala Kantor BeTa menyampaikan apresiasi kepada Subandriyo atas ide-ide yang tercurah untuk kepentingan BeTa. “Di tahun depan, kita mungkin kehilangan sosoknya, namun kita tidak boleh kehilangan karakternya yang inovatif, produktif, dan selalu melakukan kebaikan” tutur Aris yang sekaligus menjadi pesan kepada para pejabat dan pegawai BeTa. Sebagai sosok yang aktif pada Baporseni dan Koperasi di BeTa, Subandriyo dikenal dengan sikap wibawa dan bijaksananya. Tak heran pula kalau sebagian besar pegawai milenial menyebutnya dengan panggilan “ayah”.

            Tak hanya Aris, Mohamad Sofwan selaku rekan sesama Kepala Seksi pun memberikan kata-kata perpisahannya. Disampaikan oleh Sofwan terkait impresinya terhadap Subandriyo yang ia kenal sebagai sosok yang sangat menghargai budaya dan adat Jawa di kehidupan bersosialnya sehari-hari. Sosok yang damai namun tegas melebur menjadi satu dengan sangat apik tertanam di diri SBY, sapaan akrabnya. “Hal yang dialami kini, bukan tak mungkin akan berubah secara cepat di kemudian hari. Pensiun itu seperti mati, suatu hal yang pasti” ingat Sofwan. Apresiasi yang terdalam bagi seluruh karya yang ditinggalkan juga doa-doa terbaik dipanjatkan untuk SBY.

            Hingga tiba saatnya SBY memberikan sambutan, beliau bercerita mengenai perjalanan karirnya di DJBC. Dituturkan rasa hormat dan terima kasih atas bimbingan Kepala Kantor dan juga kerja sama rekan-rekan pejabat dan pegawai BeTa. Puji syukur juga tercurah atas capaian penerimaan BeTa yang telah melampaui target. Terakhir, pesan mengenai fasilitas BeTa yang kini mumpuni agar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena itu berasal dari BeTa, dan untuk BeTa.

            Tutur kata selamat, terima kasih, dan permohonan maaf menyelimuti perpisahan kali ini. Sebuah penampilan menarik dari para pegawai dan kenang-kenangan manis dipersembahkan untuk SBY. Berharap kesehatan dan keberkahan selalu menyelimuti hari-hari beliau. Purnabhakti bukanlah sebuah akhir, melainkan awal bagi kehidupan yang baru.

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 18 Desember 2019 – Bea Cukai Tangerang melaksanakan kunjungan ke salah satu KBM yang masuk dalam gelombang dua, yaitu PT Doulton yang berlokasi di Balaraja, Kabupaten Tangerang. Acara digelar dalam format Cluster Meeting dengan tema khusus Integrasi Dokumen BC 4.0 dan Faktur Pajak yang melibatkan Perusahaan Tempat Penimbunan Berikat (TPB), Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) dan Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Berikat (APTPB) Tangerang.

            Dibuka dengan tuan rumah yang menampilkan video tentang profil, sejarah, safety induction serta capaian mereka selama ini. Acara dimulai dengan sambutan dari Perwakilan PT Doulton Aji Sudarmadji dilanjutkan dengan sambutan Aris Sudarminto selaku Kepala Kantor BeTa. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa menjadi host acara Cluster Meeting ini” ungkap Aji. “Cluster Meeting juga menjadi sarana untuk menjaga engagement dan hubungan baik serta saling menguntungkan dengan para stakeholdernya” papar Aris.

            Dalam kesempatan ini pula, Aris menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga BeTa mendapatkan capaian luar biasa di tahun 2019 ini, mulai dari tuntasnya capaian penerimaan Negara di sektor Kepabeanan dan Cukai, hasil survei kepuasan pengguna jasa dengan kategori sangat puas dan diraihnya kantor berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Dengan capaian yang diraih, apresiasi dilontarkan secara terus-menerus bersamaan dengan rasa syukur yang membuncah. BeTa merupakan satu dari sekian banyak Kantor Bea Cukai yang sampai di akhir tahun sukses mengemban amanah yang diberikan. Tidak hanya pada pengawasan, lingkup pelayanan juga terus didorong sehingga teroptimalisasi dan menciptakan budaya pelayanan prima.

Materi inti dari Cluster Meeting ini adalah diskusi guna mencari solusi atas permasalahan yang timbul dari para perusahaan yang hadir. Oleh karena itu, acara ini pasti selalu membawa serta narasumber yang handal untuk memecahkan masalah secara tuntas. Turut hadir pula sebagai narasumber Kepala Bidang Fasilitas Kantor Wilayah DJBC Banten Elfi Haris, Kepala KPP Pratama Tigaraksa Hamdi Aniza Pertama dan jajaran pejabat dari BeTa dan PT Doulton. Sharing solusi juga disampaikan oleh perwakilan dari APKB yang kebetulan juga menjadi Duta Pelopor KBM.

Dalam sesi diskusi, permasalahan yang diutarakan berkisar pada isu terkini terkait kuota penjualan lokal, Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS), serta integrasi dokumen BC 4.0 dan Faktur Pajak. Sebagai informasi implementasi integrasi dokumen BC 4.0 dan Faktur Pajak akan dilakukan mandatory check secara sistem per Januari 2020 di seluruh Kantor Pabean. Sebagai bentuk kemudahan bagi pelaku usaha, integrasi ini memberikan keuntungan yaitu dalam pembuat dokumen berbeda maka e-faktur dan dokumen pabean merupakan dokumen yang terintegrasi dengan SPT sehingga data faktur otomatis menjadi performa dokumen pabean. Jika pembuat dokumen sama, dokumen pabean terintegrasi dengan SPT, maka dokumen pabean tersebut disetarakan dengan faktur. Dipaparkan pula bahwa manfaat dari integrasi dua dokumen ini yaitu untuk memastikan fasilitas tidak dipungut PPN tidak disalahgunakan dan meminimalisasi perbedaan nilai pada BC 4.0 dan Faktur Pajak.

Cluster Meeting ini merupakan inovasi kehumasan yang menjadi agenda rutin BeTa yang diadakan hampir setiap sebulan sekali. Diselenggarakan secara bergilir di tempat perusahaan penerima fasilitas Tempat Penimbunan Berikat (TPB) di bawah BeTa. Adanya kegiatan diharapkan dapat memperlancar kegiatan operasional perusahaan TPB guna meningkatkan daya saingnya. Selain itu, BeTa sebagai kantor yang melakukan pengawasan dan pelayanan kepada pengusaha penerima fasilitas khususnya TPB merasa perlu senantiasa menjaga engagement dan hubungan baik serta saling menguntungkan dengan para stakeholdernya.

 

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 20 Desember 2019 -- Telah berlangsung dengan baik kegiatan sosialisasi PER-14/BC/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-01/BC/2016 tentang Tata Laksana Pusat Logistik Berikat dan PER-15/BC/2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-03/BC/2019 tentang Tata Laksana Pengeluaran Barang Impor Dari Pusat Logistik Berikat Untuk Diimpor Untuk Diimpor Untuk Dipakai. Sosialisasi bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Bea Cukai Tangerang. Lagi-lagi, Bea Cukai Tangerang menyorot para pengusaha yang menggunakan fasilitas Pusat Logistik Berikat untuk hadir memeriahkan sosialisasi tersebut. Sosialisasi memang ditujukan bagi pengguna salah satu fasilitas Tempat Penimbunan Berikat tersebut. Apalagi terkait dengan adanya peraturan terbaru terkait Pusat Logistik Berikat. Sosialisasi ini menjadi wadah informasi baru bagi para pengguna jasa yang terlibat. 

            Sebanyak 9 (sembilan) perusahaan pengguna fasilitas Pusat Logistik Berikat di wilayah Tangerang Raya andil dalam kegiatan tersebut. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan serta doa agar kelancaran dan manfaat dapat dicapai. Selanjutnya, bersama kami mendengar pengantar beserta sambutan dari Eko Yulianto selaku Kepala Seksi PKC III. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan selain sebagai upaya peningkatan kegiatan pelayanan Kepabeanan dan Cukai, juga senantiasa menjaga engagement dan hubungan baik serta saling menguntungkan dengan para stakeholdersnya.

            Materi inti dari sosialisasi ini adalah membahas mengenai PER-14/BC/2019 dan PER-15/BC/2019. Oleh karena itu, acara ini pasti selalu membawa serta narasumber yang handal untuk membahas materi dan memecahkan masalah secara tuntas. Turut hadir pula sebagai narasumber Kepala Seksi PKC VI Mohamad Sofwan, Kepala Subseksi Pengelolaan Data Ciptono Setiabudi dan jajaran pejabat dari Bea Cukai Tangerang.

            Dalam sesi diskusi, permasalahan yang diutarakan berkisar pada ketentuan perizinan, ketentuan tanda pengaman elektronik (e-seal), ketentuan API-U dan Industri Kecil dan Menengah (IKM), penguatan pengawasan tata niaga, joint pengawasan DJBC dan DJP, penelitian nilai pabean, jalur pengeluaran BC 2.8, dasar penetapan jalur, serta kriteria operator ekonomi. Kemudian ditegaskan terhadap perusahaan pemilik API-U yang melakukan supply dan memiliki kontrak kerjasama dengan perusahaan industri kecil dan menengah yang memiliki NPWP harus bertindak sebagai Pengusaha PLB atau PDPLB.

            Sebelum berakhirnya kegiatan sosialisasi, narasumber memberikan kesempatan kepada pengguna jasa yang hadir untuk memberikan pertanyaan. Antusiasme pengguna jasa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan terlihat dengan banyaknya pertanyaan dan masukan yang diberikan. Dengan adanya sosialisasi peraturan terbaru ini diharapkan pelaksanaan Pusat Logistik Berikat dapat lebih mudah dilaksanakan, transparan, akuntabel, dan yang terpenting dari semuanya adalah bisa mendorong dan mendukung kemudahan berusaha sehingga dapat menciptakan iklim berusaha yang lebih baik.

            Dukung Kemudahan Berusaha, Bea Cukai Makin Baik!

 

 

Previous Next

Tangerang, 17/12/2019. Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2019, Bea Cukai Tangerang (BeTa) turut memeriahkan momentum tersebut dengan menggelar Apel Khusus Memperingati Hakordia Tahun 2019. Apel Khusus disambut dengan rangkaian kegiatan Peringatan Hakordia lainnya oleh seluruh pejabat dan pegawai BeTa. Terdapat lomba prakarya dan iklan audio bagi tiap-tiap seksi, seminar anti gratifikasi, juga disempurnakan dengan tasyakuran capaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh BeTa.

            Mengawali rangkaian dengan Apel Khusus yang dipimpin Aris Sudarminto selaku Kepala Kantor BeTa, diumumkan mengenai capaian yang telah diraih bersama, yaitu predikat WBK. Setelah setahun lamanya berjuang dan berkembang, BeTa kini menuai buah keberhasilannya. Tak lupa disampaikan amanat dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Pada peringatan Hakordia tahun ini, Bea Cukai mengusung tema “Bea Cukai lestari tanpa Korupsi” dengan harapan tanpa korupsi, Kemenkeu kuat, Indonesia maju.

            Rangkaian peringatan lainnya dilaksanakan di Ruang Aula Kantor BeTa dengan diawali kuis menarik. Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten, Mohamad Aflah Farobi. Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh elemen BeTa atas capaian WBK-nya. Apresiasi tertuju pada rekan-rekan Kepatuhan Internal atas kepiawaiannya memetakan wilayah rawan potensi korupsi. Kepada Penyuluhan dan Layanan Informasi atas publikasi dan komunikasi yang tak hentinya dibangun dengan para stakeholder. Juga atas berjalannya komitmen pengawasan dan pelayanan melalui sistem pengendalian unit gratifikasi.

            Sampai pada momentum pemotongan tumpeng dalam rangka tasyakuran capaian predikat WBK, Aris menyampaikan rasa syukur yang teramat juga apresiasi atas upaya dan kerja keras serta keterlibatan seluruh elemen. Tak lupa diingatkan kembali mengenai penguatan komitmen WBK tersebut. “Praktik korupsi sangat melukai perasaan kaum miskin. Korupsi menjadi penyebab utama memburuknya perekonomian suatu bangsa, dan menjadi penghalang upaya mengurangi kemiskinan dan pembangunan” jelas Aris mengutip perkataan Sekjen PBB ke-7, Kofi Annan.

            Peringatan ini dilengkapi dengan seminar anti gratifikasi oleh Dosen Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Gandjar Laksmana Bonaprapta. Bahaya gratifiksi sebagai akar masalah korupsi dibahas tuntas beserta kasus-kasus tindak korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintah. Sebagai contoh dan pelajaran agar tidak terulang, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), kepedulian terhadap kemajuan Negara ini menjadi poin penting yang ditekankan oleh Gandjar. Seminar anti gratifikasi ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hakordia tahun 2019 di BeTa. Atas pencapaian yang diraih dan komitmen yang terus dikuatkan, bersama BeTa wujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi menuju Bea Cukai yang makin baik!

            Salam anti korupsi!

 

 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

439528
Hari IniHari Ini34
KemarinKemarin518
Minggu IniMinggu Ini4091
Bulan IniBulan Ini13047
SemuaSemua439528
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230