PENEGASAN IMPOR PRODUK CATERPILLAR ASIA LTD SEBAGAI BARANG BARU

Yang terhormat Mitra Kerja KPPBC TMP A Tangerang

Sehubungan dengan surat dari Plt. Direktur Teknis Kepabeanan nomor : S-57/BC.2/2016 tanggal 9 Februari 2016 hal Penegasan Impor Produk Caterpillar Asia Pte Ltd Sebagai Barang Baru yang merujuk Surat Menteri Perdagangan nomor 1070/M-DAG/SD/12/2015 tanggal 21 Desember 2015 tetntang Impor Produk Caterpillar Asia Ltd Sebagai Barang Baru, dengan ini disampaikan sebagai berikut:

  1. Surat Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin dan Alat Transportasi dan Elektronika, Kementerian Perindustrian nomor 64/ILMATE/6/2015 tanggal 25 Juni 2015 disampaikan bahwa produk hasil remanufacturing yang telah memiliki garansi dari Original Equipment Manufacturer (OEM) dapat dikategorikan sebagai barang baru.
  2. Berdasarkan hal tersebut, produk hasil manufacturing yang telah memiliki garansi dari OEM dapat dikategorikan sebagai barang baru setelah ada masukan dari instansi teknis terkait.

Demikian disampaikan,

Salam, PLI KPPBC TMP A Tangerang

PENJELASAN PEMBERLAKUAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR:70/M-DAG/PER/9/2015, NOMOR:87/M-DAG/PER/10/2015 DAN NOMOR:118/M-DAG/PER/12/2015

Yang Terhormat Mitra Kerja KPPBC Tipe Madya Pabean A Tangerang

Penjelasan terkait pemberlakuan Permendag-70/2015, Permendag-87/2015, dan Permendag-118/2015 adalah sebagai berikut:

1. Permendag-70/2015 tentang Angka Pengenal Importir (API):

sesuai Permendag-70/2015 yang berlaku pada tanggal 1 Januari 2016 sebagai pengganti Peraturan Menteri Perdagangan No:27/M-DAG/PER/5/2012 tentang Ketentuan Angka Pengenal Importir (Permendag-27/2012), ditetapkan bahwa Produsen Importir yang diterbitkan berdasarkan Permendag-27/2012 dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir.

2. Permendag-87/2015 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu:

sesuai Permendag-87/2015 diantaranya ditetapkan bahwa:

a. Impor Produk Tertentu hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U);

b. setiap pelaksanaan Impor Produk Tertentu harus terlebih dahulu dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor di pelabuhan muat;

c. ketentuan dalam Permendag-87/2015 tidak berlaku terhadap Produk Tertentu yang diimpor oleh pemilik API-P, yang digunakan sebagai barang modal, bahan baku, dan/atau bahan penolong yang terkait industrinya;

d. pemilik API-P dapat mengimpor Produk Tertentu yang digunakan sebagai barang modal, bahan baku, dan/atau bahan penolong yang terkait industrinya dan dikecualikan dari ketentuan harus dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor di pelabuhan muat.

3. Permendag-118/2015 tentang Ketentuan Impor Barang Komplementer, Barang Keperluan Tes Pasar, dan Pelayanan Purna Jual

sesuai Permendag-118/2015 yang berlaku pada tanggal 1 Januari 2016, ditetapkan bahwa Produsen Importir yang diterbitkan berdasarkan Permendag-27/2012 yang akan berakhir masa berlakunya sebelum tanggal 30 Juni 2016, dinyatakan tetap berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2016.

Catatan Penting!!!!

Sesuai penjelasan diatas terkait pemberlakuan Permendag-70/2015 dan Permendag-118/2015, maka Produsen Importir yang diterbitkan berdasarkan Permendag-27/2012 yang akan berakhir masa berlakunya sebelum tanggal 30 Juni 2016, dinyatakan tetap berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2016. Sedangkan Produsen Importir yang diterbitkan berdasarkan Permendag-27/2012 yang akan berakhir masa berlakunya setelah tanggal 30 Juni 2016, dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir tersebut.

Demikian untuk menjadi perhatian.

Salam

PLI KPPBC Tipe Madya Pabean A Tangerang

Peraturan bisa didownload disini https://drive.google.com/file/d/0B-oT4fWfBWv9bGV1LW03T0ZIQTQ/view?pref=2&pli=1

Previous Next

Tangerang. Tepat dua hari sejak peringatan Hari Kepabeanan Internasional yang ke-64, KPPBC TMP A Tangerang mengadakan acara Anugerah Mitra Kerja Terbaik Bea Cukai Tangerang 2016. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan hari pabean ini bertempat di Hotel Novotel Tangerang pada tanggal 28 Januari 2016 kemarin. Dengan semangat progressive engagement sebagaimana tema Hari Kepabeanan Internasional yang ke-64, acara ini bertujuan antara lain untuk semakin mempererat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan selain untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang taat dan berkontribusi terhadap kinerja KPPBC TMP A Tangerang.

Acara ini merupakan acara pemberian penghargaan kepada seluruh mitra kerja KPPBC TMP A Tangerang yang telah bekerja sama dengan baik, mematuhi aturan dengan taat, dan berkontribusi terhadap pencapaian target penerimaan. Sebagaimana sambutan salah satu penerima penghargaan, DJBC tidak hanya mampu melakukan punishment, namun juga dapat memberikan penghargaan kepada mereka yang taat dan berprestasi. Hal ini tentunya akan memacu semangat para pengguna jasa untuk bekerja lebih baik lagi.

Dalam Anugerah Mitra Kerja Terbaik Bea Cukai Tangerang 2016 ini terdapat sembilan nominasi dengan sebelas pemenang. Masing-masing nominasi adalah: 2 nominasi masing-masing untuk kontributor terbesar di bidang pabean dan cukai, 3 juara untuk nominasi KB terbaik, 1 nominasi untuk GB terbaik, 2 nominasi untuk reksan cukai dan tempat penyimpanan etil alkohol, 1 nominasi untuk pendukung tugas terbaik, 1 nominasi untuk pengguna jasa aktif terbaik, dan 1 nominasi untuk perusahaan terbaik berjuluk company of the year.

Pemenang dari tiap kategori nominasi ditentukan setelah melalui proses penilaian yang selektif dan ketat oleh sembilan orang anggota dewan juri yang berasal dari para pejabat di lingkungan KPPBC TMP A Tangerang. Kriteria utama penilaian adalah kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, besarnya kontribusi terhadap penerimaan negara, dan dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi DJBC.

Acara ini dibuat dengan format acara pemberian penghargaan pada umumnya. Acara dimulai dengan sambutan oleh Bapak Meidy Kassim selaku Kepala KPPBC TMP A Tangerang dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten yang diwakili oleh Bapak Kustejo Iwanto Saksono selaku Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kantor Wilayah DJBC Banten. Penjelasan tentang acara dan proses penjurian disampaikan oleh panitia dan ketua dewan juri ketika diwawancara oleh MC. Acara dilanjutkan dengan flashmob oleh para pegawai KPPBC TMP A Tangerang.

Dalam acara ini juga terdapat agenda Deklarasi Pengendalian Gratifikasi yang ditandatangani oleh Kepala Kantor bersama dengan perwakilan pengguna jasa dari Asosiasi Tempat Penimbunan Berikat (APTPB) yang diwakili oleh wakil ketuanya yaitu Bapak Indra dari PT Pratama Abadi Industri. Deklarasi ini juga disaksikan oleh sepuluh orang anggota APTPB lainnya dan sepuluh orang dari kalangan pejabat di lingkungan KPPBC TMP A Tangerang.

Sesi yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh para tamu undangan adalah sesi pembacaan nominasi dan pemberian penghargaan kepada para pemenang. Sesi ini disampaikan oleh enam pasangan dari kalangan pejabat dan pegawai di lingkungan KPPBC TMP A Tangerang.Sesi pemberian penghargaan diselingi dengan hiburan. Acara kemudian diakhiri dengan hiburan oleh artis dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Para pemenang untuk masing-masing kategori selengkapnya adalah:

1. Kontributor penerimaan negara terbesar di bidang pabean:

   (LG Electronics Indonesia)

2. Kontributor penerimaan negara terbesar di bidang cukai:

   (Multi Bintang Indonesia)

3. Kepatuhan terbaik untuk kategori KB :

   (Juara I Panarub Dwikarya)

   (Juara II Victory Ching Luh)

   (Juara III Pratama Abadi Industri)

4. Kepatuhan terbaik untuk kategori GB

   (Han Young Indonesia)

5. Kepatuhan terbaik untuk kategori reksan cukai

   (Perindustrian Bapak Djenggot)

6. Kepatuhan terbaik untuk kategori Tempat Penyimpanan Etil Alkohol

   (Karsavicta Satya)

7. Pendukung Tugas Terbaik

   (Detasemen Polisis Militer Tangerang)

8. Pengguna jasa aktif terbaik

   (Sri Wijastuti – Tuntex Garment)

9. Company of the Year

   (Henkel Footwear and Speciality Adhesives)

Para tamu undangan menyampaikan rasa puas dan surprise nya atas terselenggaranya acara ini. Rencananya, acara ini akan diagendakan tiap tahun sebagai bentuk penghargaan bergengsi dari KPPBC TMP A Tangerang kepada para mitra kerjanya serta untuk menilai dan mereview tingkat kepatuhan masing-masing pengguna jasa.

PEMASUKAN LED TUBE DAN LED LAMP DARI LUAR DAERAH PABEAN DI MASUKKAN KE KAWASAN BERIKAT

Pengusaha Kawasan Berikat Mitra Kerja KPPBC Tipe Madya Pabean A Tangerang Yang Kami Hormati, 

Berkaitan dengan surat dari Direktorat Fasilitas Kepabeanan , Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Nomor: S-20/BC.3/2016 tanggal 28 Januari 2016 hal Permohonan Penjelasan Terkait Pemasukan LED Tube dan LED Lamp dari Luar Daerah Pabean Dimasukkan ke Kawasan Berikat, disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Sehubungan dengan pemasukan LED Tube dan LED Lamp dari Luar Daerah Pabean ke Kawasan Berikat, terdapat perbedaan pendapat:

  • Dapat dimasukkan sebagai peralatan pabrik di Kawasan Berikat dengan mempertimbangkan melihat dari fungsinya dan efisiensi, wajib dibuat pembukuan tersendiri untuk keperluan audit
  • Pemasukan LED Tube dan LED Lamp tidak dapat dikategorikan sebagai peralatan pabrik atau peralatan perkantoran di Kawasan Berikat sehingga tidak dapat diberikan penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut PDRI dikarenakan sulit dalam pengawasannya dan di Pasaran Dalam Negeri (TLDDP) LED Tube dan LED Lamp banyak dijual, sehingga jika produk tersebut dibeli oleh perusahaan akan meningkatkan produksi dalam negeri.

2. Berdasarkan butir 1 diatas, dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  • Pasal 14 ayat 1 huruf (b) PMK Nomor:255/PMK.04/2011 tanggal 28 Desember 2011 tentang Perubahan Atas PMK Nomor:147/PMK.04/2011 tentang Kawasan Berikat menyebutkan bahwa: Penangguhan Bea Masuk, pembebasan cukai dan tidak dipungut PDRI diberikan terhadap barang yang dimasukkan ke Kawasan Berikat berupa Barang Modal asal luar daerah pabean dan barang modal dari Kawasan Berikat lain yang dipergunakan di Kawasan Berikat.
  • Pasal 1 angka (10) PMK Nomor:44/PMK.04/2012 tanggal 16 Maret 2012 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor:147/PMK.04/2011 tentang Kawasan Berikat sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor:255/PMK.04/2011 menyebutkan bahwa Barang Modal adalah barang yang digunakan oleh Penyelenggara Kawasan Berikat, Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB berupa:
  1. Peralatan untuk pembangunan, perluasan, atau konstruksi Kawasan Berikat;
  2. Mesin;
  3. Peralatan pabrik; dan
  4. Cetakan (moulding),

termasuk suku cadang, tidak meliputi bahan dan perkakas untuk pembangunan, perluasan, atau konstruksi Kawasan Berikat.

3. Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan:

  • LED Tube dan LED Lamp dapat dikategorikan sebagai peralatan pabrik apabila digunakan untuk menunjang kegiatan pabrik, sehingga atas pemasukannya dari Luar Daerah Pabean ke Kawasan Berikat dapat diberikan penangguhan Bea Masuk, pembebasan, cukai dan tidak dipungut PDRI.
  • Perlu dilakukan tertib administrasi terhadap lampu/LED yang habis manfaatnya agar dapat dilakukan pengeluaran atau pemusnahan sebagaimana diatur dalam Bab VI tentang Pemusnahan dan Perusakan Barang sesuai PMK Nomor:147/PMK.04/2011 tentang Kawasan Berikat.
    Demikian untuk menjadi perhatian.

Salam

PLI KPPBC Tipe Madya Pabean A Tangerang

Previous Next

Pada tanggal 26 Januari 2016 bertempat di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Tangerang telah dilakukan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kantor bea dan cukai yang berada di wilayah Banten, meliputi KPPBC TMP A Tangerang dan KPPBC TMP Merak. BMN tersebut merupakan Barang Kena Cukai (BKC) berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) asal Impor, Lokal dan Oplosan serta Hasil Tembakau (HT).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil DJBC Banten Bpk. Hary Budi Wicaksono, Kepala KPPBC TMP A Tangerang yang diwakili oleh Bapak Djoko Sugiyanto, perwakilan dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat, Polda Banten, Detasemen Polisi Militer serta dihadiri pula oleh Wali Kota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diany.

BMN yang dimusnahkan meliputi MMEA sebanyak 4.088 botol dan Hasil Tembakau (HT) sigaret kretek sebanyak hampir 11 juta batang. Perkiraan nilai barang tersebut sebesar Rp. 3,2 miliar dan potensi kerugian negara yang dapat diselamatkan adalah sebesar kurang lebih Rp. 2,7 miliar. Pemusnahan tersebut merupakan hasil penindakan petugas bea dan cukai selama 2014 sampai 2015.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan Deklarasi Pengendalian Gratifikasi yang dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Pengendalian Gratifikasi antara pihak Bea dan Cukai di wilayah Banten dengan Asosiasi Pengguna Jasa, yang bertujuan mendukung upaya untuk mengendalikan adanya tindak pidana korupsi di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Banten.

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

439507
Hari IniHari Ini13
KemarinKemarin518
Minggu IniMinggu Ini4070
Bulan IniBulan Ini13026
SemuaSemua439507
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230