Previous Next

Tangerang, 26/10/2021. Di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang kini semakin menjamur bar, restoran, hotel dan tempat-tempat hiburan. Wilayah pengawasan yang tersebar di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan merupakan wilayah yang cukup strategis bagi tempat-tempat hiburan dapat berkembang. Menyikapi hal tersebut, Bea Cukai Tangerang tak mau kehilangan langkah untuk turut mengedukasi masyarakat, khususnya para pelaku usaha di bidang perdagangan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau yang sering dikenal dengan sebutan minol (minuman beralkohol) atau miras (minuman keras) seperti bar, restoran, dan hotel.

            Pada hari Selasa, 26 Oktober 2021, Bea Cukai Tangerang berkesempatan untuk menyambangi STAR Radio yang terletak di Kelapa Indah, Kota Tangerang untuk menyapa para Stars, panggilan akrab pendengar STAR Radio. Hari itu, kami mengudara selama hampir 2 jam dalam balutan Talk Show yang dipandu Muclis Putra, announcer STAR Radio. Rupanya Radio masih menjadi salah satu sarana dan pilihan Bea Cukai Tangerang untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas.Tema yang diusung pada Talk Show kali ini yaitu Mengenali Prosedur dan Ketentuan NPPBKC TPE MMEA.

            Dijelaskan secara ringan dan santai mengenai Visi dan Misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, gambaran umum NPPBKC, sanksi apabila kedapatan menjual MMEA tanpa memiliki NPPBKC, serta prosedur bagaimana mendapatkan NPPBKC. Mengacu pada Peraturan menteri Keuangan nomor 66/PMK.04/2018 tentang Tata Cara Pemberian, Pembekuan, dan Pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai, pada pasal 1 tertulis Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai yang selanjutnya disingkat dengan NPPBKC adalah izin untuk menjalankan kegiatan sebagai pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran di bidang cukai. Sedangkan TPE MMEA atau Tempat Penjualan Eceran Minuman Mengandung Etil Alkohol merupakan tempat untuk menjual secara eceran BKC berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol kepada konsumen akhir, contohnya seperti bar, restoran, dan hotel.

            Tak hanya itu, informasi saluran pengaduan, saluran layanan infromasi dan media sosial, serta program gempur rokok ilegal turut diperdengarkan. Talk Show Mengenali Prosedur dan Ketentuan NPPBKC TPE MMEA ini diisi oleh punggawa Bea Cukai Tangerang dari unit pengawasan, unit pelayanan, dan unit penyuluhan dan layanan informasi. Diharapkan para pendengar dapat menyerap informasi yang diberikan dan Bea Cukai Tangerang selalu berupaya mengoptimalkan pelayanan serta penyebaran informasi kepabeanan dan cukai kepada publik untuk mewujudkan Bea Cukai yang makin baik.

Previous Next

Tangerang Selatan, 21/10/2021. Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) yang jatuh setiap tanggal 30 Oktober menjadi kesan tersendiri bagi masyarakat dan tentunya pegawai Kementerian Keuangan. Setiap menjajaki bulan Oktober di tahun demi tahun yang dilewati terlintas ingatan yang hangat saat Indonesia pertama kali menerbitkan mata uang resminya sendiri, yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI) tepatnya pada 30 Oktober 1946. 75 tahun berlalu dan Bea Cukai Tangerang selaku salah satu unit vertikal di bawah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) yang merupakan bagian dari Kementerian Keuangan turut berbangga dan menjadikan HORI sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik.

            Pada peringatan HORI ke-75 ini, Bea Cukai Tangerang menggelar kegiatan sosial berupa donor darah yang diperuntukan bagi seluruh pegawai Kementerian Keuangan di lingkungan Provinsi Banten, diantaranya Kanwil DJBC Banten, KPU BC Soekarno Hatta, DJPb, DJKN, dan DJP. Kegiatan ini diinisiasi sebagai aksi yang bernilai kemanusiaan dan bermanfaat pula bagi kesehatan para pendonor. Kegiatan donor darah digelar pada hari Kamis, 21 Oktober 2021 di selasar lantai 2 Kantor Bea Cukai Tangerang. Pada donor darah peringatan HORI ke-75 ini, Bea Cukai Tangerang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kota Tangerang Selatan.

            Kegiatan donor darah diawali terlebih dahulu dengan pemeriksaan kesehatan para pendonor. Tak ingin ketinggalan, Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Guntur Cahyo Purnomo, turut serta sebagai pendonor darah, sedangkan Kepala Kanwil DJBC Banten, Rahmat Subagio, hanya melaksanakan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan donor darah kali ini terbilaang cukup diminati oleh para pegawai, pasalnya tercatat sebanyak 64 dari total 74 pendaftar berhasil melakukan donor darah.

            Selain kegiatan donor darah, Bea Cukai Tangerang juga melakukan peresmian atas terselesaikannya pembangunan Activity Based Workplace Room di lantai 1 Kantor Bea Cukai Tangerang. Peresmian pun dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Banten, Rahmat Subagio, dan didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Guntur Cahyo Purnomo. Adanya Activity Based Workplace Room Bea Cukai Tangerang merupakan salah satu implementasi dari prinsip New Ways of Working yang diinisiasi Kementerian Keuangan. Diharapkan dengan adanya Activity Based Workplace Room turut menjadi penyokong perubahan budaya kerja baru guna memberikan manfaat bagi terlaksananya tugas dan fungsi pengawasan serta pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, efisien, aman dan nyaman. Bersama terus lakukan perubahan, wujudkan Bea Cukai yang makin baik, Kementerian Keuangan terpercaya.

Previous Next

Tangerang, 15/09/2021. Pada pertengahan bulan September 2021 ini, Bea Cukai Tangerang membuka kembali buku catatan tugas dan fungsinya. Kali ini, saatnya meningkatkan harmonisasi antara pengguna fasilitas dan penyedia fasilitas dalam hal ini Bea Cukai Tangerang. Salah satu fasilitas yang ramai dimanfaatkan di wilayah Tangerang Raya tidak lain fasilitas Tempat Penimbunan Berikat, yaitu Kawasan Berikat. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2018 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.04/2021 tentang Kawasan Berikat tercantum bahwa Kawasan Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dan/ atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan sebelum diekspor atau diimpor untuk dipakai.

            Harmonisasi dilakukan secara berkelanjutan dengan melakukan kunjungan dalam rangka pembinaan, penampungan saran dan masukan, serta diskusi terbuka antara Bea Cukai Tangerang dengan pengguna fasilitas Kawasan Berikat. Kali ini, PT Global Prima Indotek menjadi tujuannya. Tepat pada hari Rabu, tanggal 15 September 2021 Bea Cukai Tangerang bersama Kantor Wilayah DJBC Banten melakukan kunjungan ke PT Global Prima Indotek, salah satu Kawasan Berikat yang bergerak di industri peralatan plastik bidang kelistrikan yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

            Kunjungan diikuti oleh beberapa pejabat dan pegawai Kantor Wilayah DJBC Banten dan Bea Cukai Tangerang. Kunjungan disambut baik oleh Manager Purchasing Exim dan Manager HRD PT Global Prima Indotek. Kunjungan kali ini membahas mengenai fasilitas yang dimanfaatkan PT Global Prima Indotek. Keluhan, saran, dan masukan ditampung untuk dapat diselesaikan dan diberi solusi lebih lanjut. Kemudian diharapkan tetap terjalin hubungan yang baik antara PT Global Prima Indotek selaku pengguna fasilitas dan Bea Cukai Tangerang.

            Bea Cukai Tangerang selalu terbuka untuk memberikan pelayanan yang prima termasuk pembinaan dan asistensi bagi perusahaan pengguna fasilitas kepabeanan dan cukai, juga bagi masyarakat yang berminat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Dengan demikian tugas dan fungsi sebagai wujud misi memfasilitasi perdagangan dan industri teraktualisasi secara nyata demi menciptakan Bea Cukai yang makin baik.

Previous Next

Tangerang, 16/09/2021. Setelah tahun lalu berhasil melakukan pembinaan dan asistensi hingga melahirkan pengguna fasilitas KITE IKM (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah) di wilayah pengawasannya, kini Bea Cukai Tangerang melakukan hal yang sama untuk salah satu perusahaan industri HPTL (Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya) yang juga berpotensi untuk mendapatkan fasilitas KITE IKM. PT Fortuna Internasional Indonesia (PT FII), salah satu IKM yang bergerak di bidang pengolahan liquid vapor di Sepatan, Kabupaten Tangerang yang telah memiliki izin dari Bea Cukai. PT FII juga berencana untuk melakukan ekspansi terhadap bisnisnya supaya dapat menjadi produsen dan distributor liquid vapor nasional. Selain itu, PT FII sedang menjajaki pasar internasional dan akan segera meningkatkan volume ekspornya.

Adanya beberapa hal yang perlu dilengkapi dari bahan dan barang asal impor, menjadi salah satu latar belakang diajukannya fasilitas KITE IKM PT FII melalui Kantor Bea Cukai Tangerang. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-11/BC/2019 tentang Tata Cara Pemberian Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menegah, KITE IKM adalah kemudahan berupa pembebasan Bea Masuk serta PPN atau PPN dan PPnBM terutang tidak dipungut atas impor dan/atau pemasukan barang dan/atau bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain dengan tujuan ekspor dan/atau penyerahan produksi IKM. Untuk dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, PT FII perlu memenuhi beberapa syarat dan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-11/BC/2019. Ketentuan administrasi, lokasi, dan lainnya turut menjadi pertimbangan Bea Cukai Tangerang dalam pemberian fasilitas tersebut.

Dalam rangka pemberian fasilitas KITE IKM, Bea Cukai Tangerang melakukan pembinaan, pendampingan, dan asistensi kepada PT FII. Kamis, 16 September 2021 Bea Cukai Tangerang berkunjung ke PT FII di Sepatan, Kabupaten Tangerang. Kunjungan dipimpin langsung oleh Guntur Cahyo Purnomo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang. Kedatangan Guntur beserta jajaran dan stafnya disambut baik oleh Rusen Herman, Komisaris PT FII. “Selama persyaratan dan ketentuan dipenuhi dengan baik, kami akan terus mendukung pemberian fasilitas KITE IKM” jelas Guntur. Kunjungan dilanjutkan dengan pemaparan proses bisnis dan gambaran umum PT FII oleh Rusen Herman. Tak lupa, pengecekan lokasi usaha juga menjadi poin penting untuk diperhatikan mengingat produk yang dihasilkan merupakan salah satu Barang Kena Cukai yang diawasi oleh Bea Cukai.

Bea Cukai Tangerang terus memberikan motivasi kepada para pengusaha agar dapat memanfaatkan salah satu fasilitas kepabeanan yang diperuntukan bagi IKM ini. Beberapa IKM binaan Bea Cukai Tangerang juga terus kami upayakan untuk dapat bersaing di pasar internasional dengan dorongan fasilitas KITE IKM. Dalam hal ini, Bea Cukai Tangerang mengimbau PT FII untuk selalu dapat berkomunikasi dan diskusi terbuka demi kelancaran pemenuhan fasilitas KITE IKM. Bersama dorong IKM tembus pasar internasional wujudkan Bea Cukai yang makin baik.

Previous Next

Tangerang, 07/09/2021. Hari demi hari, Bea Cukai Tangerang terus menggelorakan semangat pengawasannya. Khususnya di wilayah Tangerang Raya yang masih menjadi lokasi strategis bagi peredaran rokok ilegal. Melalui kerja sama yang apik, tim pengawasan Bea Cukai Tangerang berhasil memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Tangerang Raya. Contohnya dua kasus peredaran rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai yang terjadi sekitar bulan Maret 2021. Bea Cukai Tangerang berhasil menyelamatkan sebanyak 218.720 batang rokok ilegal berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai milik tersangka AF dan sebanyak 108.000 batang rokok ilegal berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai milik tersangka HBM yang senilai Rp274.200.000,00. Atas pelanggaran tersebut, potensi kerugian Negara mencapai Rp201.854.150,00.

            Mengawali bulan September, tepatnya hari Selasa, 7 September 2021, Guntur Cahyo Purnomo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum dan Khusus yang dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tangerang. Pemusnahan salah satunya meliputi barang bukti rokok ilegal berbagai merk yang tidak dilekati pita cukai sebanyak 326.720 kasus tersangka AF dan HBM. Turut hadir pula perwakilan Aparat Penegak Hukum lainnya, seperti Polres Kota Tangerang, Polresta Bandara Soekarno-Hatta, dan Badan Narkotika Nasional.

            Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang juga menyempatkan untuk berkoordinasi dan mempererat sinergi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang. Terlebih, saat ini Bea Cukai tengah menggalakkan program Gempur Rokok Ilegal sebagi upaya yang dilakukan secara terstruktur dan masif untuk memberantas peredaran rokok ilegal, ciri-cirinya rokok yang tidak dilekati pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai yang berbeda, dan rokok dengan pita cukai bekas.

            Misi optimalisasi penerimaan Negara khususnya di bidang Cukai terus diupayakan sebagai instrumen fiskal dalam pengendalian barang kena cukai sesuai peraturan perundang-undangan. Mari bersama dukung Bea Cukai dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran rokok ilegal ke Kantor Bea Cukai Tangerang melalui Whatsapp 08111628181 atau dapat menghubungi Bravo Bea Cukai 1500 225 atau melalui linktr.ee/bravobeacukai. Bersama Bea Cukai wujudkan Indonesia bebas dari peredaran rokok ilegal!

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

958254
Hari IniHari Ini181
KemarinKemarin362
Minggu IniMinggu Ini543
Bulan IniBulan Ini5230
SemuaSemua958254
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230