Previous Next

Tangerang Selatan, 11 November 2019 – Bea Cukai Tangerang menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-74 yang jatuh pada tanggal 10 November lalu di Halaman Depan Kantor Bea Cukai Tangerang. Upacara diikuti oleh perwakilan Unit Eselon I Kementerian Keuangan Provinsi Banten lainnya, dan bertindak selaku pembina upacara Haryana, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Banten. Sebagai peserta, terdapat para pejabat dan rekan-rekan pegawai dari Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Dan tak lupa, perwakilan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang datang dari Kanwil Banten, KPU Soekarno-Hatta, serta KPPBC Merak.

Upacara Peringatan Hari Pahlawan digelar dalam rangka mengingat jasa-jasa para Pahlawan yang telah gugur dan ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang selama 74 tahun telah diraih oleh Bangsa Indonesia. Sebagai Aparatur Sipil Negara, sudah sepatutnya menjaga dan mempertahankan kemerdekaan serta keutuhan Negara dengan bekerja profesional sesuai Kode Etik dan setia mengabdi kepada Ibu Pertiwi. Upacara berlangsung khidmat dan penuh suka cita dalam balutan suasana haru.

Dalam rangkaian acara diawali dengan pengibaran sang saka merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan teks pancasila. Pembacaan Pembukaan UUD 1945, dan Pesan-Pesan Pahlawan pun dibaca secara bergiliran oleh petugas upacara. Pahlawan yang pesannya dibacakan antara lain Nyi Ageng Serang, Jenderal Sudirman, Prof. Dr. R. Soeharso, Prof. Moh. Yamin, Supriyadi, Abdul Muis, Pattimura, Bung Tomo, Gubernur Suryo, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, R.A. Kartini, Ki Hajar Dewantara, dan I Gusti Ngurah Rai. Pesan-pesan perjuangan dan kata-kata mutiara tersebut membangkitkan semangat dan mengobarkan api perjuangan jiwa-jiwa pegawai Kementerian Keuangan.

Hingga pada saatnya pembina upacara membacakan amanat dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. Dalam balutan tema “Aku Pahlawan Masa Kini”, Menteri Keuangan membuka kembali memori 74 tahun silam di kota Surabaya. Disampaikan bahwa terdapat tiga nilai yang dapat diteladani dari peristiwa tersebut. Pertama, para pejuang kemerdekaan memiliki sikap yang sama, keberanian dan semangat untuk terus berjuang mencapai cita-cita, yaitu Indonesia yang merdeka. Kedua, untuk mewujudkan cita-cita bersama diperlukan sinergi dan kolaborasi, tantangan dapat diatasi jika masyarakat punya semangat berjuang bersama. Ketiga, dalam menghadapi tantangan membutuhkan sumber daya baik tenaga, pemikiran, maupun materi diperlukan agar tujuan dan cita-cita dapat berhasil.

Beliau berharap dalam memperingati Hari Pahlawan tidak hanya dilakukan sekadar seremonial dan upacara, akan tetapi dapat menginspirasi dan memelihara nilai-nilai dalam pribadi pegawai Kementerian Keuangan. Kemudian ditegaskan bahwa dalam kesempatan ini, Kementerian Keuangan memiliki tugas berat, yaitu memastikan APBN menjadi alat utama mewujudkan Indonesia Maju, maka dari itu dengan semangat juang para pahlawan yang bersatu padu mencapai satu tujuan harus menjadi pedoman seluruh pegawai Kementerian Keuangan dalam bekerja. Di akhir amanat, serta di penghujung rangkaian acara, segala harap dicurahkan supaya seluruh pegawai Kementerian Keuangan tidak boleh menyerah dan lelah untuk mencintai Indonesia dan terus berjuang menjadi pahlawan masa kini dan nanti mewujudkan Indonesia Maju.

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 6/11/2019. Kegiatan rutin Bea Cukai Tangerang (BeTa) yang dilaksanakan setiap memasuki bulan baru, Apel. Pagi ini, sesuatu yang berbeda kembali hadir dalam rangkaiannya. Apel berlokasi di Ruang Aula Lantai 3 dan dipimpin oleh Aris Sudarminto selaku Kepala Kantor BeTa.

            “Oktober lalu menjadi bulan kita bersama yang dipenuhi dan dipadati dengan banyak kegiatan. Bersyukur kita dapat melalui semua dengan baik dan menyapa kembali bulan yang baru” ucap Aris dalam amanatnya. Mengulas beberapa kegiatan pada bulan lalu dari Cluster Meeting, beberapa kali Coffee Morning, rangkaian peringatan Hari Oeang ke-73, juga Press Conference. Atas keberhasilan tersebut, apresiasi dan penghargaan diberikan kepada seluruh jajaran pejabat dan pegawai Kantor BeTa. “Bulan Oktober semua pegawai layak menjadi Employee of The Month” tukas Aris disambut tepukan tangan peserta Apel yang meriah.

            Di setiap agenda Apel, disampaikan capaian penerimaan Negara di sektor Kepabeanan dan Cukai oleh Kantor BeTa. Sampai dengan akhir Oktober lalu, terhitung 85% dari target yang dibebankan sudah tercapai. Rasa optimis terpancar hingga akhir tahun nanti karena dapat memenuhi target.

            Di lain hal, tak terasa Kantor BeTa sudah tiba pada kuarter ke-3 penyampaian ide perbaikan Lean Governance. Atas ide-ide baru yang kreatif, inovatif, dan inspiratif diberikan penghargaan sebagai apresiasi dan motivasi bagi pegawai Kantor BeTa. Tiga ide terbaik jatuh kepada Muhammad Nalendra Wicaksono dari Seksi PDAD degan ide membuat Ms. Excel tentang pengecekan status perubahan dokumen. Kedua, Hanintyo Ari Utomo dari Seksi PKC dengan ide menyediakan format Surat Permohonan Cek Lokasi dan Surat Permohonan Mendapatkan NPPBKC bagi Pengusaha TPE MMEA dan Pabrik HPTL melalui tautan online dan kode QR. Terakhir, Kukuh Wyan Putranto dari Subbagian Umum dengan ide membuat mapping lokasi Perusahaan KB, GB dan Reksan Cukai menggunakan aplikasi Google Map.

            Di tahun ini, masih tersisa satu kesempatan lagi untuk memberikan ide terbaik yang ditumpahkan dalam Lean Governance. Menutup Apel, imbauan menyemarakkan kegiatan BeTa Job Fair dan Bazaar Multi Produk 2019 ditujukan kepada para pejabat dan pegawai Kantor BeTa untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Kantor. Bersama BeTa kuatkan komitmen Bea Cukai yang semakin baik!

 

Previous Next

Tangerang Selatan (5/11/2019) – Pasar, ibarat jantung yang memompa denyut nadi perekonomian dan interaksi sosial masyarakat. Dia menjadi tempat bertemunya pihak yang butuh dan menyediakan, termasuk pembeli dan penjual dalam proses perdagangan. Hari ini, pasar ada di Bea Cukai Tangerang (BeTa).

Bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan, BeTa menyelenggarakan BeTa Job Fair dan Bazaar 2019. Acara lengkap pasar kerja dan pasar barang dan jasa dalam satu titik dari tanggal 5 hingga 6 November 2019 bertempat di halaman depan Kantor BeTa yang berlokasi di bilangan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Mencakup lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan, tepatnya 1.283 dari 21 perusahaan, BeTa dalam event akbar ini mempertemukan para pemberi kerja dengan pencari kerja. Tak hanya di lingkup pengawasan, pemberi maupun pencari kerja juga berasal dari luar wilayah Tangerang Raya. Perusahaan dengan fasilitas kepabeanan dan cukai di bawah pengawasan BeTa pun ikut serta menyemarakkan event BeTa Job Fair 2019 sebagai para pemberi kerja, seperti perusahaan dengan fasilitas Kawasan Berikat (KB), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), juga Pembebasan Cukai Etil Alkohol.

Lowongan yang tersedia begitu beragam, dimulai dari lowongan pekerjaan yang bersifat administratif, maupun teknis, jabatan pelaksana maupun tingkat manajer. Lulusan yang diterima pun beragam dari tingkat SD sampai tingkat Diploma/Sarjana. Tercatat sebanyak 1.784 lamaran pekerjaan masuk selama 2 (dua) hari pelaksanaannya. Semakin banyak peluang pekerja yang terserap semakin membuktikan efektifnya pelaksanaan BeTa Job Fair 2019 di Kantor BeTa.

Pelaksanaan event BeTa Job Fair yang kedua kalinya berbeda dari yang lalu, karena dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan, pelaksanaan berjalan sangat cepat dengan bantuan teknologi berupa aplikasi online bursa kerja. Dibuka oleh Al Hamidi selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten bersama Aris Sudarminto (Kepala Kantor BeTa), BeTa Job Fair 2019 berjalan sukses dengan antusias dari 1.676 pencari kerja yang mendaftar.

Event BeTa Job Fair 2019 tak berdiri sendiri namun ditemani dengan kemeriahan Bazaar Multi Produk yang turut menjual dan memamerkan barang dan jasanya. Dalam Bazaar Multi Produk terdapat produk-produk makanan, minuman, juga kerajinan tangan yang diperjualbelikan. Diharapkan dengan adanya event BeTa Job Fair sekaligus Bazaar Multi Produk dapat menguatkan citra dan peran Bea Cukai yang semakin baik.

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 6/11/2019. Kegiatan rutin Bea Cukai Tangerang (BeTa) yang dilaksanakan setiap memasuki bulan baru, Apel. Pagi ini, sesuatu yang berbeda kembali hadir dalam rangkaiannya. Apel berlokasi di Ruang Aula Lantai 3 dan dipimpin oleh Aris Sudarminto selaku Kepala Kantor BeTa.

            “Oktober lalu menjadi bulan kita bersama yang dipenuhi dan dipadati dengan banyak kegiatan. Bersyukur kita dapat melalui semua dengan baik dan menyapa kembali bulan yang baru” ucap Aris dalam amanatnya. Mengulas beberapa kegiatan pada bulan lalu dari Cluster Meeting, beberapa kali Coffee Morning, rangkaian peringatan Hari Oeang ke-73, juga Press Conference. Atas keberhasilan tersebut, apresiasi dan penghargaan diberikan kepada seluruh jajaran pejabat dan pegawai Kantor BeTa. “Bulan Oktober semua pegawai layak menjadi Employee of The Month” tukas Aris disambut tepukan tangan peserta Apel yang meriah.

            Di setiap agenda Apel, disampaikan capaian penerimaan Negara di sektor Kepabeanan dan Cukai oleh Kantor BeTa. Sampai dengan akhir Oktober lalu, terhitung 85% dari target yang dibebankan sudah tercapai. Rasa optimis terpancar hingga akhir tahun nanti karena dapat memenuhi target.

            Di lain hal, tak terasa Kantor BeTa sudah tiba pada kuarter ke-3 penyampaian ide perbaikan Lean Governance. Atas ide-ide baru yang kreatif, inovatif, dan inspiratif diberikan penghargaan sebagai apresiasi dan motivasi bagi pegawai Kantor BeTa. Tiga ide terbaik jatuh kepada Muhammad Nalendra Wicaksono dari Seksi PDAD degan ide membuat Ms. Excel tentang pengecekan status perubahan dokumen. Kedua, Hanintyo Ari Utomo dari Seksi PKC dengan ide menyediakan format Surat Permohonan Cek Lokasi dan Surat Permohonan Mendapatkan NPPBKC bagi Pengusaha TPE MMEA dan Pabrik HPTL melalui tautan online dan kode QR. Terakhir, Kukuh Wyan Putranto dari Subbagian Umum dengan ide membuat mapping lokasi Perusahaan KB, GB dan Reksan Cukai menggunakan aplikasi Google Map.

            Di tahun ini, masih tersisa satu kesempatan lagi untuk memberikan ide terbaik yang ditumpahkan dalam Lean Governance. Menutup Apel, imbauan menyemarakkan kegiatan BeTa Job Fair dan Bazaar Multi Produk 2019 ditujukan kepada para pejabat dan pegawai Kantor BeTa untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Kantor. Bersama BeTa kuatkan komitmen Bea Cukai yang semakin baik!

 

Previous Next

Tangerang (30/10/2019) – Saat melaksanakan patroli darat di wilayah Kabupaten Tangerang pada tanggal 5 September 2019, petugas Bea Cukai Tangerang mengamankan seorang tersangka pengedar rokok ilegal berinisial M (31) dan mobil jenis minibus yang mengangkut 40 bal atau sebanyak 160.000 batang rokok ilegal. Rokok ilegal bermerek dagang Djaran Goyang, Laris Brow, dan GLS Sport Menthol tersebut diketahui akan ditimbun di suatu tempat di daerah sekitar Kecamatan Cisoka dan dijual kembali secara eceran ke warung dagang di wilayah Kabupaten Tangerang.

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Aris Sudarminto, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (30/10) mengungkapkan modus yang digunakan tersangka. “Sebagai tindak lanjut, kasus ini telah kami proses penyidikannya oleh penyidik pegawai negeri sipil Bea Cukai Tangerang dengan menerbitkan surat perintah tugas penyidikan dan pemberitahuan dimulainya penyidikan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.  Dalam proses penyidikan diketahui bahwa seluruh merek dagang rokok yang disediakan tersangka untuk dijual tidak terdaftar di aplikasi cukai Bea Cukai. Kertas yang terdapat pada kemasan pun merupakan pita cukai palsu atau bukan pita cukai yang diwajibkan. Selain itu, ditemukan bahwa asal rokok ilegal tersebut diduga kuat bersumber dari seorang pria berinisial S yang berdomisili di salah satu kota di Jawa Tengah.”

Masih menurut Aris, kepada yang bersangkutan telah dinyatakan sebagai tersangka karena melakukan tindak pidana di bidang cukai, yaitu menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual, barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya. Atas kasus tersebut, pelaku melanggar ketentuan di bidang cukai sesuai Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dan diancam hukuman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Status berkas perkara saat ini telah dinyatakan lengkap oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang berdasarkan Surat nomor B-4302/M.6.12/Ft.3/10/2019 tanggal 24 Oktober 2019. Sedangkan tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Kasus peredaran rokok ilegal ini menurut Aris berpotensi merugikan negara sebesar Rp69.610.400,00 (enam puluh sembilan juta enam ratus sepuluh ribu empat ratus rupiah). Untuk itu pihaknya akan tetap mengoptimalkan pengawasan terhadap barang kena cukai ilegal dan pelayanan di bidang cukai. “Penindakan ini merupakan aksi nyata kami dalam usaha memenuhi target penerimaan cukai nasional khususnya hasil tembakau/rokok pada tahun 2019 senilai Rp158,8 triliun dan target atas penurunan peredaran rokok ilegal dari 7,04 % pada tahun 2018 menjadi 3% pada tahun 2019,” tegasnya.

 

 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

439517
Hari IniHari Ini23
KemarinKemarin518
Minggu IniMinggu Ini4080
Bulan IniBulan Ini13036
SemuaSemua439517
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230