Previous Next

Jakarta Utara, 18 September 2019 dilaksanakan konferensi pers mengenai tindak lanjut atas maraknya impor limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Konferensi pers digelar di Terminal Petikemas Koja, Jakarta Utara oleh KPU Bea Cukai Tanjung Priok bersama Kantor Wilayah DJBC Banten. Tindakan tegas berupa ekspor kembali limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) lahir atas sinergi yang dibangun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

            Impor limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) salah satunya dilakukan oleh tiga perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang. Bea Cukai Tangerang melakukan koordinasi dengan KLHK untuk melakukan pemeriksaan bersama dan didapati sebagian kontainer terkontaminasi sampah/limbah B3 serta direkomendasikan untuk dikembalikan ke Negara asal, sementara kontainer lainnya dinyatakan bersih dan diberikan izin untuk dipakai sebagai bahan baku.

            Sinergi yang dibangun antara Bea Cukai dan KLHK juga bertujuan untuk saling mendukung kelestarian lingkungan hidup tentunya di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, sudah menjadi salah satu tugas Bea Cukai untuk senantiasa melindungi masyarakat dari masuknya potensi barang beracun dan berbahaya.

            Tindakan tegas ini menjadi bukti bahwa Bea Cukai bertanggung jawab untuk memastikan setiap kegiatan importasi berjalan sesuai dengan ketentuan. Tak hanya itu, khususnya Bea Cukai Tangerang yang juga mengawasi perusahaan pengguna fasilitas Kawasan Berikat pelaku importasi pun meningkatkan akurasi pengawasannya dengan penindakan maupun pencegahan yang dilakukan. Upaya peningkatan kepatuhan para perusahaan sebagai pengguna layanan pun tak hentinya dilakukan, baik melalui asistensi dan bimbingan maupun pendekatan lainnya.

            Koordinasi dan sinergi terus dijalin sebagai wujud kerja sama pemerintah demi Indonesia yang maju bersama Bea Cukai yang semakin baik.

Previous Next

Lebak, 18 September 2019 dilaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan yang bertajuk Kaban Peduli. Bea Cukai Tangerang bersama Kanwil Bea Cukai Banten dan Bea Cukai Merak menjalin sinergi dalam mewujudkan misi kemanusiaan di Desa Ciboleger, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan kemanusiaan ini digelar atas terjadinya musibah kebakaran yang melanda pemukiman suku adat Baduy Luar.

            Kaban Peduli lahir dari jiwa-jiwa yang mencintai sesamanya, yang memiliki nilai kemanusiaan di lubuk hatinya, dan yang dipenuhi rasa ingin berbagi di hidupnya. Menjadi manfaat adalah makna hidup yang sesungguhnya. Sebanyak sekitar 48 keluarga terbakar hangus kediamannya. Bea Cukai Tangerang bersama Kanwil Bea Cukai Banten dan Bea Cukai Merak hadir untuk sekedar mengulurkan tangan dan bantuan. Menyapa saudara yang tinggal jauh dari perkotaan, bercengkerama dengan anak-anak desa, juga mengenal hangatnya suasana pemukiman suku adat Baduy Luar.

            Kini, rumah-rumah di pemukiman tersebut sudah berjalan untuk dibangun kembali. Dana pembangunan, pakaian layak pakai, selimut, serta sembako pun terulur kepada mereka yang sedang membutuhkan. Keberadaan petugas Bea Cukai di antara suku adat Baduy Luar mungkin terkesan asing, namun kami tak sungkan untuk berkenalan, saling belajar, dan menebar senyuman.

            Untuk menjangkau pemukiman suku adat Baduy Luar membutuhkan waktu yang cukup lama dan melalui medan yang cukup terjal. Namun, lelah seketika terhapus ketika disambut baik oleh para warga juga pemangku adat. Diharapkan kedatangan Bea Cukai Tangerang bersama Kanwil Bea Cukai Banten dan Bea Cukai Merak menjadi manfaat dan berkat, untuk wujudkan Bea Cukai yang bermartabat!

 

 

Previous Next

Kamis, 5 September 2019 dilaksanakan kegiatan asistensi oleh Bea Cukai Tangerang yang bersinergi dengan Kantor Wilayah DJBC Banten. Target pelaksanaan asistensi kali ini merupakan pengusaha yang merupakan Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah Kabupaten Tangerang, tepatnya di Kecamatan Cikupa. Asistensi dilakukan kepada dua perusahaan, yaitu CV Chosamon Abadi dan Bambu Craft Tangerang. Asistensi dimaksudkan untuk memperkenalkan salah satu fasilitas yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yaitu fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil Menengah (KITE IKM).

            Kini, tak hanya Industri Besar, Industri Kecil Menengah (IKM) pun berhak mendapatkan fasilitas kemudahan berupa Pembebasan dan/atau Pengembalian Bea Masuk serta PPN dan/atau PPnBM terutang tidak dipungut atas impor dan/atau pemasukan barang dan/atau bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain yang hasilnya ditujukan untuk ekspor. Dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui penerapan fasilitasnya kepada IKM turut membangun perekonomian serta mendorong persaingan produk lokal di kancah dunia.

            Asistensi dilakukan dengan memperkenalkan kualifikasi dan keuntungan-keuntungan yang mungkin didapatkan oleh IKM sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan juga Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang berlaku. Kedatangan Bea Cukai Tangerang bersama Kantor Wilayah DJBC Banten disambut baik oleh CV Chosamon Abadi yang bergerak di bidang Industri alas kaki (sepatu) yang telah mengekspor hasil produksinya ke Benua Afrika. Juga Bambu Craft Tangerang yang bergerak di bidang produksi kerajinan berbahan dasar bambu dengan capaian ekspor sampai ke Negara Malaysia, Korea, Jepang, India, Perancis dan Belanda.

            Langkah kunjungan dalam rangka asistensi yang dilalui Bea Cukai Tangerang dan Kanwil DJBC Banten diharapkan dapat membuahkan hasil yang memuaskan dari bergeraknya perkembangan perekonomian atas industri dalam Negeri juga implementasi fasilitas kepabeanan dan cukai yang merata. Bea Cukai Tangerang bersama dengan Kantor Wilayah DJBC Banten terus melakukan sinergi dan gerakan perbaikan dalam hal pengawasan juga pelayanannya untuk mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik.

 

 

Previous Next

Tangerang Selatan, 19 September 2019 dilaksanakan kegiatan sosialisasi dalam rangka meningkatkan kepatuhan bagi pengguna layanan khususnya di bidang Cukai. Kegiatan sosialisasi mengangkat tema mengenai kewajiban pencatatan sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 94/PMK.04/2018 dan dilaksanakan di Ruang Aula Kantor Bea Cukai Tangerang. Kegiatan sosialisasi ditujukan bagi para pengusaha Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) atau yang biasa disebut vape. Baik pengusaha pabrik maupun importir vape yang memiliki izin diwajibkan untuk melakukan pencatatan atas proses bisnis yang dijalankannya.

            Sosialisasi yang dibuka oleh Aris Sudarminto selaku Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang berlangsung penuh antusias. Sejalan dengan tujuan Bea Cukai Tangerang dalam meningkatkan kepatuhan para pengguna layanan, sosialisasi ini digelar sebagai upaya atas pencegahan pelanggaran di bidang Cukai serta sebagai pengingat terhadap kewajiban pengguna layanan yang harus dilakukan. Disampaikan oleh Aris, harapan dilayangkan kepada para pengusaha vape supaya kewajiban administrasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan tertib, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

            Sebagaimana mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 94/PMK.04/2018 tentang Kewajiban Melakukan Pencatatan bagi Pengusaha Pabrik Skala Kecil, Penyalur Skala Kecil yang Wajib Memiliki Izin, dan Pengusaha Tempat Penjualan Eceran yang Wajib Memiliki Izin, para pengusaha vape diberikan pedoman untuk melakukan pencatatan juga dibantu dengan tutorial pengisian form-form pencatatan, juga pelaporan di bidang Cukai oleh petugas Bea Cukai Tangerang.

            Sosialisasi sudah menjadi bagian dari tugas melayani dan mengedukasi guna mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik. Eratnya hubungan yang dijalin atas dasar ketulusan dan integritas tinggi menjadi kunci untuk mencapai misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Memfasilitasi perdagangan dan industri, hingga bermuara pada optimalnya penerimaan Negara dalam hal ini di sektor Cukai. Dengan demikian, peran Bea Cukai kepada masyarakat dapat dirasakan secara proporsional dan sesuai kebutuhan publik dari masa ke masa.

 

 

Previous Next

Tangerang, 4 September 2019 dilaksanakan kegiatan penilaian terhadap predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang sedang menjadi fokus bagi Bea Cukai Tangerang. Setelah banyak persiapan dan penilaian yang dilakukan sebelumnya, kini tiba saatnya menjajaki langkah terakhir dalam penetapan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penilaian berupa survei dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Banten ke Kantor Bea Cukai Tangerang dengan mengundang responden yang merupakan pengguna layanan kepabeanan dan cukai.

            Mengulas kembali sedikit perjalanan Bea Cukai Tangerang demi mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dimulai dari pencanangan Zona Integritas, pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), beserta peningkatan kualitas pelayanan dan akurasi pengawasan, mempertahankan penghapusan tindak korupsi, hingga menelurkan berbagai macam inovasi. Bukan hal yang mudah jua ringan, namun semangat tetap membara mewujudkan cita bersama.

            Sebanyak 39 responden berhasil dihimpun untuk menjalani survei dan memberikan penilaian terbaiknya untuk Bea Cukai Tangerang. Bukan yang pertama, setelah penilaian dari Direktorat Kepatuhan Internal yang merupakan bagian tim penilai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, juga Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan yang membuahkan hasil memuaskan. Harapannya, begitu pula hasil penilaian berupa survei yang telah dilakukan Badan Pusat Statistik Provinsi Banten yang mewakili Kementerian PAN-RB terhadap komponen predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di Bea Cukai Tangerang.

            Dukungan dari para pemangku kepentingan senantiasa meliputi jejak langkah Bea Cukai Tangerang dalam menjiwai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkup kerjanya. Atas ikatan yang terjalin itulah Bea Cukai Tangerang mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya dalam partisipasi yang telah diberikan. Serta dari sesama instansi penegak hukum, sinergi yang telah dibangun sejak pencanangan Zona Integritas tentu berarti besar bagi Bea Cukai Tangerang.

            Jika predikat dikantongi, kepercayaan terhadap pelayanan dan pengawasan tentu semakin menjadi. Korupsi terkikis habis, kepuasan pemangku kepentingan menjadi esensi. Bersama wujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), konkretkan Bea Cukai yang makin baik.

 

 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

439524
Hari IniHari Ini30
KemarinKemarin518
Minggu IniMinggu Ini4087
Bulan IniBulan Ini13043
SemuaSemua439524
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230