Welcome, Guest
Username: Password: Remember me

TOPIC: Importir Borongan Menuju Jalur Impor Resmi

Importir Borongan Menuju Jalur Impor Resmi 7 months 1 week ago #2138

  • melasari
  • melasari's Avatar
  • Offline
  • Junior Member
  • Posts: 22
  • Karma: 0
Problem import memiliki resiko tinggi telah jadi lifestyle. Aktor industri senantiasa memperbandingkan dua pilihan yakni yang normal sesuai sama ketentuan serta ilegal yang biasanya jadi jalan keluar karna tidak dipersulit dengan sebagian ketentuan pemerintah. Perbaikan di beberapa bidang diusahakan pemerintah untuk membuat iklim usaha yang sehat. Ramainya gosip perdagangan ilegal serta yang dirasakan dan pengaduan orang-orang atas aktivitas import export ilegal, buat Bea Cukai ambil langkah tegas. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan penertiban import berisiko tinggi yang tengah serius dikerjakan pemerintah, bukanlah untuk mematikan aktivitas ekonomi.

Ia inginkan ada praktek usaha yang bersih, adil, serta transparan untuk beberapa aktor ekonomi terutama beberapa importir berisiko tinggi (very high risk importer/VHRI) yang punya potensi menyelundupkan beberapa barang ilegal masuk ke Tanah Air. Dalam mengatasi import berisiko tinggi mesti melibatkan nama bayi perempuan sebanyak-banyaknya institusi yang bertindak, baik aparat penegak hukum atau pembuat kebijakan, hingga problem dengan dimana kita semuanya mesti memberantas praktek usaha ilegal yang menyebabkan unfairness serta budaya usaha yg tidak baik, yang berimbas pada rusaknya tatanan usaha.

Searah dengan usaha pemerintah untuk tingkatkan penerimaan negara dengan aktivitas yang lebih fair serta patuh hukum, mulai sejak Desember 2016, Bea Cukai mulai program Penguatan Reformasi Kepabeanan serta Cukai (PRKC). Program yang disebut usaha perbaikan berkepanjangan ini, bukan sekedar mengarah kemampuan internal, tetapi juga beberapa pemakai layanan Bea Cukai.

Import berisiko tinggi mempunyai kesempatan penyelewengan yang semakin besar hingga bisa menyebabkan mengedarnya barang ilegal. Peredaran barang ilegal menyebabkan persaingan perebutan usaha yg tidak sehat serta penerimaan negara yg tidak maksimal. Dengan ditertibkannya import berisiko tinggi, volume peredaran barang ilegal bisa turun hingga bisa berlangsung ‘supply gap’ yang bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri hingga penerimaan negara dapat maksimal dan mendorong perekonomian dalam negeri.
The administrator has disabled public write access.
Time to create page: 0.152 seconds

banner pli rev1

Statistik Pengunjung

176008
Hari IniHari Ini56
KemarinKemarin386
Minggu IniMinggu Ini2368
Bulan IniBulan Ini7335
SemuaSemua176008
Jalan Jalur Sutera Kav. 32 D Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten 15230